Cuek Larangan KPU, Wa Ode Tetap Daftar Caleg lewat PAN

Ilma De Sabrini · Jumat, 13 Juli 2018 - 18:18 WIB

Wa Ode Nurhayati usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/7/2018). (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini).

JAKARTA, iNews.id – Mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional Wa Ode Nurhayati kembali menegaskan niatnya mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg). Niat itu tidak akan kendur meski Komisi Pemilihan Umum telah menerbitkan larangan bagi mantan terpidana korupsi maju sebagai caleg.

Wa Ode menuturkan, dirinya sudah melayangkan gugatan uji materi terhadap Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 kepada Mahkamah Agung. PKPU tersebut dinilainya melanggar sejumlah undang-undang.

"Saya hanya ingin menyampaikan kepada teman-teman KPU, bahwa mantan napi korupsi itu ketika dihukum, sepanjang proses hukuman dia juga dihukum dengan PP 99, lalu setelah dia bebas dihukum (lagi). Nah, makanya kearifan publik lah, bahwa sepanjang itu sesuai dengan undang-undang nggak apa-apa,” kata dia seusai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Markus Nari di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Wa Ode menegaskan, PKPU menabrak tiga undang-undang sekaligus, yakni UU 7/2017 tentang Pemilu, UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), dan UU 31/1999 sebagaimana diperbarui dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

BACA JUGA: Ingin Gugat PKPU Larangan Koruptor Nyaleg, MA Ingatkan Prosedur Ini

PKPU 20/2018 PKPU itu memuat pelarangan bagi eks napi korupsi, bandar narkoba, dan kejahatan seksual terhadap anak menjadi anggota legislatif, baik di daerah dan pusat.

Wa Ode divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dalam perkara penerimaan suap terkait pengalokasian Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Dia juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang atas kepemilikan uang Rp50,5 miliar dalam rekeningnya.

Dia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan menerima uang suap dari Rp6,25 miliar dari pengusaha Fahd El Faruz, Paul Nelwan, dan Abraham Noch Mambu melalui Haris Surahman. Di tingkat kasasi, MA menolak upaya hukumnya. Dia bebas bersyarat pada Agustus 2017 lalu.

Wa Ode menegaskan dirinya akan tetap mendaftarkan diri sebagai caleg melalui PAN di daerah pemilihan Sulawesi Tenggara. ”Tetap saya mendaftar. Soal nanti seperti apa, saya menuggu hasil judicial review. Mohon doanya," ujar Wa Ode.


Editor : Zen Teguh

KOMENTAR