Bahas Koalisi Pilpres, Puan dan AHY Segera Bertemu

Aditya Pratama ยท Jumat, 13 Juli 2018 - 18:32 WIB
Bahas Koalisi Pilpres, Puan dan AHY Segera Bertemu

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto melakukan salam komando dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (13/7/2018). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dijadwalkan bertemu untuk membahas koalisi dan dukungan kepada Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal tersebut menyusul sikap Partai Demokrat yang belum menentukan dukungan politik kepada salah satu calon presiden (capres) antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Sebelumnya, Demokrat juga menjalin komunikasi dengan Partai Gerindra perihal dukungan kepada Prabowo.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihak Partai Demokrat sudah menyampaikan keinginannya membangun komunikasi dengan parpol kubu Jokowi. Keinginan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto saat menemui Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:

Hasto: PDIP dan Demokrat Bangun Kebersamaan Politik

Golkar Janji Tak Tinggalkan Jokowi Siapa Pun Cawapresnya

"(Agus) menyampaikan bagaimana agar Mas AHY bisa juga bertemu. Saya sampaikan, Ibu Megawati Soekarnoputri sudah menugaskan Mbak Puan dua hari yang lalu untuk bertemu setelah pencalegan ini dilakukan," kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Mengenai inti pertemuan Puan dan AHY, Hasto tidak ingin berspekulasi. Namun, dia memastikan materi pertemuan keduanya terkait dengan Pilpres 2019. "Tentu saja selalu ada ruang kerja sama antara partai politik, meskipun posisi politiknya berbeda," katanya.

Sebelumnya, pertemuan Hasto dan Agus Hermanto hanya berlangsung sekitar 30 menit di Kantor PDI Perjuangan, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat. Hasto menyambut baik kunjungan elite Partai Demokrat tersebut.


Editor : Azhar Azis