Lagi, Donald Trump dan Wali Kota London Sadiq Khan Perang Mulut

Anton Suhartono ยท Jumat, 13 Juli 2018 - 19:22 WIB
Lagi, Donald Trump dan Wali Kota London Sadiq Khan Perang Mulut

(Foto: AFP dan Reuters)

LONDON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wali Kota London Sadiq Khan perang mulut di media terkait isu terorisme dan imigran. Hal ini terjadi dalam lawatan Trump ke Inggris yang dimulai hari ini.

Kunjungan orang nomor 1 AS itu disambut dengan balon besar berbentuk bayi mirip Trump di Alun-Alun Gedung Parlemen, London. Sadiq mengizinkan aktivis menerbangkan balon itu pada Jumat pagi.

Dalam wawancara dengan surat kabar Inggris, The Sun, Trump menyebut kerja Sadiq Khan dalam memerangi terorisme sangat buruk. Dia juga menilai maraknya peristiwa kriminal penusukan di London berbanding lurus dengan kedatangan imigran.

"Anda punya wali kota di London yang kinerjanya buruk," kata Trump, kepada The Sun, yang terbit Jumat (13/7/2018).

Wali kota Muslim pertama di London itu pun merespons kritikan Trump dengan mengatakan, isu terorisme bukan hanya dihadapi London, tapi juga kota besar lain di Eropa. Dia menganggap kritikan tersebut lebih beraroma dendam pribadi, ketimbang melihat posisinya sebagai wali kota.

"Hal yang menarik adalah Trump tidak sedang mengkritik wali kota di sebuah daerah, tapi dia mengkritik saya (pribadi)," katanya, kepada Radio BBC.

Menurut Sadiq, pernyataan Trump yang seolah menganggap para imigran sebagai biang kejahatan di Inggris tidak masuk akal.

Keduanya sudah berseteru lama. Sadiq, anak sopir bus asal Pakistan yang pindah ke Inggris pada 1960-an, mengkritik kebijakan Trump yang melarang masuk imigran asal beberapa negara Islam.

Lalu Trump mengolok-olok Sadiq pada Juni 2017 menyusul serentetan serangan teror di London.

Merespons pernyataan Sadiq yang saat itu mengatakan warga London tidak perlu was-was, Trump menulis di akun Twitter-nya, "Setidaknya tujuh orang tewas dan 48 luka dalam serangan teror dan Wali Kota London mengatakan tidak ada alasan untuk khawatir!'"

Lalu Sadiq merespons dengan menyebut, Trump kurang informasi.


Editor : Anton Suhartono