PDIP: Cawapres Jokowi Harus Penuhi Aspek Integritas dan Kredibilitas

Antara · Jumat, 13 Juli 2018 - 21:08 WIB

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah. (Foto: iNews.id/ Dok)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan figur calon wakil presiden tidak bisa diukur dari tingginya popularitas dan elektabilitas namun harus memenuhi aspek kredibilitas dan integritas. Selain itu, cawapres juga harus punya kompetensi membantu presiden dalam mengelola negara serta pemerintahan.

"Karena wapres adalah simbol pemerintahan negara, tidak bisa posisi ini diserahkan kepada figur yang belum memiliki pengalaman yang cukup untuk mengelola negara yang besar, kompleks dan luas permasalahannya," kata Basarah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Basarah mengatakan meskipun dalam konteks pemilihan, faktor popularitas dan elektabilitas itu penting namun bukan satu-satunya parameter karena harus juga dilihat pengalaman, integritas, dan kompetensi memimpin bangsa.

Dia menilai posisi wapres sangat strategis dalam sistem tata negara Indonesia karena sebagai kekuatan cadangan, artinya jika terjadi sesuatu atas jabatan presiden, maka menurut UUD 1945, wapres naik menjadi presiden.

BACA JUGA:

Ditanya Cawapres, PDIP: Bagi Megawati, Cak Imin Seperti Anak Sendiri

Bahas Koalisi Pilpres, Puan dan AHY Segera Bertemu

Selain itu, menurut dia, posisi wapres menjalankan fungsi delegasi karena, misalnya, apabila Presiden ke luar negeri maka wapres yang akan menangani tugas-tugas presiden.

"Menurut saya tidak bisa posisi ini dalam kontak pencalonannya itu semata-mata diukur dari faktor elektabilitas dan popularitas, tapi harus juga dilihat dari faktor kredibilitasnya, integritas, kompetensinya, kemampuan mengelola negara yang begitu kompleks," ujarnya.

Menurut dia, dalam perspektif itu, semua pimpinan parpol mempertimbangkan kekuatan bangsa yang lebih besar daripada kepentingan kelompok atau golongan.

Dia meminta semua pihak meletakkan kepentingan bangsa dan negara melalui mandat yang akan diberikan kepada presiden dan wapres yang akan dipilih oleh rakyat dengan figur yang memenuhi syarat sebagai pemimpin bangsa Indonesia.

"Saya bicara pada tataran kriteria dan konsep tentang seorang wapres yang diperlukan bagi kepentingam bangsa dan negara. Saya tidak masuk pada soal siapakah yang tidak memenuhi kriteria itu," ujarnya.


Editor : Azhar Azis

KOMENTAR