Jabat Pangkostrad, Ini Lesatan Karier Letjen TNI Andika Perkasa

Irfan Ma'ruf · Sabtu, 14 Juli 2018 - 02:54 WIB

Letjen TNI Andika Perkasa (kiri) ketika masih berpangkat Mayjen TNI dan dipromosikan menjabat Danpaspampres menggantikan Mayjen TNI Doni Monardo pada 2014. (Foto: Okezone/Dok).

JAKARTA, iNews.id – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menunjuk Komandan Kodiklat Letjen TNI Andika Perkasa sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Andika menggantikan Letjen TNI Agus Kriswanto yang memasuki masa pensiun.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/673/VII 2018 tanggal 13 Juli 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

”Betul, Dankodiklat Letjen TNI Andika Perkasa dipromosikan sebagai Pangkostrad untuk menggantikan Letjen TNI Agus Kriswanto yang dimutasi sebagi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Mohammad Sabrar Fadillah dikonfirmasi iNews.id, Jumat (13/7/2018) malam.

Dalam surat mutasi itu secara keseluruhan terdapat 29 perwira tinggi (pati) dan menengah (pamen) yang dimutasi. Untuk mengisi jabatan Dankodiklat yang ditinggalkan Andika Perkasa, Panglima TNI menunjuk Mayjen TNI AM Putranto yang saat ini menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya.

Karier Meroket
Promosi jabatan sebagai Pangkostrad makin melengkapi karier emas Andika Perkasa. Dengan penunjukan ini, praktis hanya sekitar enam bulan dia menjabat Dankodiklat.

Lahir di Bandung, Jawa Barat pada 21 Desember 1964, Andika menempuh pendidikan Akademi Militer pada 1987. Rekam jejaknya dimulai dengan menjabat sebagai perwira pertama infanteri di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD Grup 2/Para Komando.

BACA JUGA: Menantu Hendropriyono Resmi Menyandang Jenderal Bintang Tiga

Di Korps Baret Merah itu, dia juga pernah bertugas di Satuan-81/Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun. Andika lantas mengenyam penugasan di Departemen Pertahanan dan Mabes TNI AD. Tetapi setelahnya dia kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha.

Di level perwira menengah, Andika pernah menjabat sebagai Sespri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta di Jakarta, Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera Kodam I/Bukit Barisan di Sibolga, Sumatera Utara.

Nama Andika mulai mencorong ketika pada 25 November 2013 diangkat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD berdasarkan Keputusan Panglima TNI No Kep/871/XI/2013 tanggal 8 November 2013. Itu artinya dia mendapatkan promosi sebagai jenderal bintang satu (Brigjen TNI).

Hanya 11 bulan Andika menjabat Kadispenad. Kariernya kian berkilau ketika pada 22 Oktober 2014 dipercaya sebagai Komandan Paspampres menggantikan Mayjen TNI Doni Monardo. Jabatan mentereng itu hanya berselang dua hari setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Andika pun resmi menyandang jenderal bintang dua.

Lesatan karier itu sempat mengundang pertanyaan banyak pihak. Sejumlah kalangan menilai rekam jejak hebat itu tak lepas dari campur tangan mertua Andika, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono. Seperti diketahui, Hendropriyono merupakan pendukung Jokowi-JK. Benarkan demikian?


Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2

KOMENTAR