Lewat Wayang Kulit, Kemendagri Ingin Lestarikan Budaya Adiluhung

Dony Aprian ยท Sabtu, 14 Juli 2018 - 11:01 WIB
Lewat Wayang Kulit, Kemendagri Ingin Lestarikan Budaya Adiluhung

Pertunjukan wayang kulit (ilustrasi). (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Selama beberapa tahun terakhir, ada semacam tradisi yang secara rutin dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setiap bulan. Tradisi tersebut berupa pertunjukan wayang kulit dengan lakon-lakon yang cukup variatif.

Bulan ini, institusi pemerintah pusat itu kembali mengadakan pertunjukan wayang kulit di halaman Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri (BPSDM Kemendagri), Jalan Taman Makam Pahlawan No 8 Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (13/7/2018) malam. Pagelaran wayang kulit kali ini mengangkat lakon “Gondomono Lahir” yang dibawakan oleh Dalang KRA Warseno.

Pertunjukan kesenian tersebut dihadiri langsung oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, Kepala BPSDM Teguh Setyabudi, serta beberapa pejabat dilingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Ribuan masyarakat Jakarta Selatan dan sekitarnya pun ikut menyaksikan tontonan itu.

 


Sekjen Hadi mengatakan, sejak Tjahjo Kumolo diberi amanat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai mendagri, pagelaran wayang kulit digelar secara rutin setiap bulan. Pertunjukan kesenian tersebut diadakan secara bergiliran di 12 komponen yang ada di Kemendagri.

“Pagelaran wayang kulit setiap bulan ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya adiluhung serta menumbuhkembangkan agar budaya ini senantiasa dapat eksis di tengah-tengah globalisasi maupun dalam perkembangan zaman,” kata Hadi melalui pesan tertulis yang diterima iNews.id di Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Dia pun berharap ada hikmah yang bisa diambil dari lakon Gondomono Lahir yang dimainkan oleh Dalang Warseno, semalam. Sebab ada pitutur dan nasehat yang sangat berguna bagi kehidupan setiap manusia sehari-hari, termasuk peristiwa dan kejadian yang bersifat aktual dan faktual. Termasuk tentunya pagelaran wayang kulit itu sendiri sebagai hiburan masyarakat.

Terakhir, Sekjen Hadi berpesan kepada seluruh jajarannya untuk mengilhami apa yang disampaikan dalang, yakni agar selalu meningkatkan kinerja, profesionalitas, dan akuntabilitas ASN (aparatur sipil negara).


Editor : Ahmad Islamy Jamil