Pilpres 2019, Pengamat: Jokowi Harus Aktif Intip Gerakan Lawan

Irfan Ma'ruf · Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:27 WIB
Pilpres 2019, Pengamat: Jokowi Harus Aktif Intip Gerakan Lawan

Presiden Jokowi. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah mengantongi lima nama untuk dinominasikan menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya di Pemilu 2019. Walaupun begitu, Jokowi disarankan kembali “mengintip” kandidat yang bakal diusung oleh kelompok oposisi agar bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan siapa cawapres yang layak menemaninya nanti.

Direktur Populi Center, Usep S Ahyar mengatakan, pertimbangaan secara politis untuk menentukan pendamping Jokowi  harus melihat kandidat yang diangkat oleh lawan. “Membaca gerak lawan, siapa yang dipasang juga harus menjadi pertimbangan. Harus saling mengintip, artinya saling mengintip pilihan yang satu dengan pilihan yang lain,” kata dia saat dihubungi iNews.id, Sabtu (13/7/2018).

Dia berpendapat, setiap pergerakan lawan harus diperhitungkan mengingat saat ini kelompok oposisi masih dalam proses penjajakan. Termasuk yang harus menjadi pertimbangan Jokowi yaitu apakah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo nanti akan maju menjadi calon presiden (capres) atau hanya sebagai king maker. Menurut Usep, semua itu masih dinamis.

BACA JUGA:

PDIP: Cawapres Jokowi Harus Penuhi Aspek Integritas dan Kredibilitas

Warga di Depok Deklarasikan Jokowi-Tito untuk Pilpres 2019

Ditanya Cawapres, PDIP: Bagi Megawati, Cak Imin Seperti Anak Sendiri


Dia menuturkan, cawapres yang mendampingi Jokowi harus mampu menjadi pelengkap mantan wali kota Solo itu di periode lima tahun ke depan. Tidak hanya itu, cawapres  yang diangkat juga harus mempunyai elektabilitas yang baik untuk mengangkat nama Jokowi.

“Jika Jokowi masih lemah di kalangan umat Islam, itu karena partai pendukungnya dianggap sebagian kalangan tidak mampu mengakomodir umat Islam. Selain itu, Jokowi juga perlu mempertimbangkan faktor suku yang nantinya akan meningkatkan elektabilitasnya,” ucap Usep.

Menurut dia, salah satu kesulitan yang dihadapi Jokowi saat ini adalah memastikan cawapres yang dipilih nanti bisa diterima oleh semua partai anggota koalisi pendukungnya saat ini.


Editor : Ahmad Islamy Jamil