6 Tenaga Kerja Asing Diciduk Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Antara ยท Minggu, 12 Agustus 2018 - 18:00 WIB
6 Tenaga Kerja Asing Diciduk Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Ilustrasi tenaga kerja asing. (Foto: DOK/iNews)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Polsek Kalibaru mengamankan enam orang warga negara asing (WNA) yang berkeliaran di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Keenam WNA itu merupakan tenaga kerja asal China dan Malaysia. Mereka ditangkap lantaran tidak memiliki kelengkapan dokumen identitas yang sah.

“Saya melihat orang asing asal China sedang duduk-duduk di warung samping Polsek Kalibaru. Lalu saya panggil salah satu dari mereka, ternyata dia tidak dapat menunjukkan identitas lengkapnya,” kata anggota Polsek Kalibaru, Ipda Budi Santoso di Jakarta Utara, Minggu (12/8/2018).

Menurut dia, enam orang asing yang diamankan itu terdiri dari lima asal China dan satu asal Malaysia. Mereka teridentifikasi bekerja dengan agen tenaga kerja PT Duri Rejang Berseri. Keenamnya bernama Dik Wong asal Malaysia dan sisanya asal China, yakni Wang Dan, Xu Guoquan, Zhang Wandong, Li Xuguang serta Wong Ten Teck.

Hasil interogasi, keenam orang asing tersebut akan mengerjakan proyek di atas tongkang bernama Zhe Zhuang 6 Hao yang berlabuh di Alur Barat.

Menurut Budi, dari keterangan salah satu karyawan PT HSL yang ikut dalam rombongan orang asing tersebut bernama Iskandar, warga asing asal China datang ke Indonesia sejak Jumat (10/8/2018). Mereka menginap di Mess Ruko Harmoni Plaza Gambir Jakarta Pusat.

“Minggu (hari ini), rencananya mereka akan berangkat ke tengah laut untuk melaksanakan pemasangan alat buat proyek tiang pancang dan juga akan berangkat ke PLTU Cilacap, Jawa Tengah guna pengerjaan proyek Tiang Pancang,” ujar dia.

Budi menuturkan, penanganan warga asing yang tidak bisa menunjukkan dokumen sah tersebut akan dilimpahkan ke Unit Pengawasan Orang Asing (POA) Sat Intelkam Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna pengusutan lebih lanjut.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto