Prostitusi Terbongkar, Penghuni Malu Asumsi Kalibata City Negatif

Antara · Minggu, 12 Agustus 2018 - 21:11 WIB
Prostitusi Terbongkar, Penghuni Malu Asumsi Kalibata City Negatif

Apartemen Kalibata City. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Penghuni apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, mendukung dan memuji langkah kepolisian serta pengelola apartemen yang kembali berhasil membongkar praktik prostitusi.

“Kami senang polisi membongkar kasus-kasus prostitusi di sini. Karena sebenarnya pelaku praktik prostitusi ini dari luar, bukan pemilik. Kami sebagai pemilik atau penghuni jadi geram,” kata salah satu penghuni di Tower Flamboyan Apartemen Kalibata City, Chanies Prabowo dalam keterangan yang diterima, Minggu (12/8/2018).

Tim Subdit Renakta Ditkrimum Polda Metro Jaya menangkap 32 orang yang terkait dengan praktik prostitusi di apartemen Kalibata City. Tertangkapnya satu per satu sindikat prostitusi di apartemen Kalibata City membuat penghuni apartemen merasa senang. Penghuni berharap, praktik prostitusi di tempat tinggal mereka bisa ditumpas hingga tuntas.

Menurut Chanies Prabowo, praktik prostitusi yang dilakukan oleh pihak luar tersebut membuat nama Kalibata City menjadi negatif.

“Ketika ada yang bertanya Kamu tinggal dimana, agak sungkan jawabnya. Karena asumsi orang terhadap Kalibata City sudah negatif duluan," tutur dia.

Hal senada diungkapkan penghuni apartemen Kalibata City lainnya Kanis. Menurut pria yang sudah tinggal selama 10 tahun ini, penghuni dan pengelola Kalibata City sebenarnya selalu berupaya membersihkan praktik-praktik menyimpang di Kalibata City. Namun selalu ada saja pemain baru yang mencoba mencari celah di kawasan Kalibata City.

Nah, dengan masuknya kepolisian, apalagi dari Polda Metro Jaya, kami yakin akan membuat para mucikari dan yang lainnya itu berpikir dua kali untuk kembali masuk ke sini,” ucap dia.

General Manajer Pengelola Kalibata City Ishak Lopung mengatakan, penangkapan 32 orang terkait prostitusi itu merupakan hasil kerja sama antara para penghuni, pengelola, dan Polda Metro Jaya.

Awalnya pengelola mendapat infomasi dari penghuni dengan adanya penyalahgunaan unit apartemen sebagai tempat prostitusi. Informasi tersebut lantas diteruskan kepada pihak kepolisian.

Atas dasar informasi itu, kepolisian dan pengelola apartemen menggelar razia pada Kamis (2/8/2018), pukul 22.00 WIB hingga Jumat dini hari. Hasilnya, ada sekitar 32 orang yang terjaring.

Polisi juga mengamankan seorang pria yang merupakan agen properti yang menyewakan unit apartemen secara harian beserta satu orang karyawannya. Menurut Ishak, penyalahgunaan sewa harian apartemen oleh oknum agen properti inilah yang menjadi salah satu penyebab praktik prostitusi di Kalibata City.

Pengelola sudah melarang keras agen properti untuk menyewakan secara harian. Larangan tersebut telah disampaikan sejak lama baik secara langsung maupun melalui spanduk besar yang dipasang di beberapa titik kawasan apartemen Kalibata City.

“Tapi ada saja agen nakal yang mencari celah. Karena kami hanya mengawasi area bersama, kami tidak bisa memeriksa langsung ke unit-unit apartemen, itu area privasi pemilik unit,” tutur Ishak.  

Pengelola Kalibata City berjanji terus merazia untuk menghilangkan praktik prostitusi di apartemen tersebut. Pengelola Kalibata City bekerja sama dengan Polda Metro Jaya sejak Mei 2018 untuk memberantas prostitusi di kawasan tersebut.

“Kami akan terus berupaya bagaimana menjadikan apartemen ini menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman dan sehat bagi penghuni,” kata Ishak.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto