Menuju Usia Satu Abad, NU Siap Sambut Era Milenial

Dony Aprian · Sabtu, 15 September 2018 - 23:01 WIB
Menuju Usia Satu Abad, NU Siap Sambut Era Milenial

KH Ma'ruf Amin (tengah) mengikuti konsolidasi organisasi "Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama" se-Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (15/9/2018). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Para petinggi Nahdlatul Ulama (NU) menggelar konsolidasi organisasi di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), akhir pekan ini. Konsolidasi itu mengangkat tema “Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama”.

Hadir dalam rapat konsolidasi itu Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU Robikin Emhas (sekaligus Ketua Tim Konsolidasi Organisasi), Wasekjen PBNU Andi Najmi, dan Ulil Abshar. “Konsolidasi organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama se-Kalbar di Pontianak diselenggarakan hari ini pukul 19.30 WIB sampai selesai,” ungkap Robikin melalui siaran pers yang diterima iNews.id di Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

Dia menjelaskan, peserta konsolidasi adalah seluruh fungsionaris PWNU Kalbar beserta seluruh pengurus dari 18 lembaga dan 14 badan otonom NU, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota se-Kalbar. Selain itu, seluruh PCNU se-Kalbar juga hadir. Masing-masing PCNU diwakili rais dan katib syuriyah, ketua dan sekretatis tanfidziyah, serta bendahara.

“Konsolidasi organisasi yang meliputi konsolidasi struktur, kultur dan program ini diikuti juga oleh seluruh pemangku pondok pesantren, para kiai dan masyayikh, serta tokoh-tokoh NU kultural se-Kalbar,” ujar Robikin.

Dia menuturkan, kegiatan tersebut adalah tindak lanjut dari konsolidasi organisasi secara nasional yang diselenggarakan PBNU di Jakarta pada 30 Agustus lalu. Konsolidasi organisasi juga akan dilakukan secara maraton di seluruh wilayah NKRI  hingga tingkat desa kelurahan. Bahkan juga di 41 negara yang terdapat cabang NU.

Setelah PBNU menyelenggarakan konsolidasi organisasi secara nasional pada akhir Agustus lalu, PWNU Jawa Timur menyusul menggelarnya di Surabaya pada 3 September 2018. Menurut Robikin, konsolidasi organisai dimaksudkan agar Nahdlatul Ulama, baik sebagai jam’iyyah maupun jamaah, siap menyongsong satu abad kelahirannya yang jatuh pada 31 Januari 2026.

Pada 2026, kata dia, tata kehidupan dunia sangat dipengaruhi penguasaan teknologi informasi dan digital, serta beralihnya kepemimpinan dunia dari generasi tua ke generasi baru—yang kini diistilahkan dengan generasi milenial. “NU harus siap. Tidak ada pilihan lain. Dan atas perlindungan dan pertolongan Allah SWT, insya Allah NU siap menyambutnya,” ucap Robikin.


Editor : Ahmad Islamy Jamil