Prabowo Tandatangani Pakta Integritas, Ijtima Ulama II Otomatis Dukung

Antara ยท Minggu, 16 September 2018 - 13:28 WIB
Prabowo Tandatangani Pakta Integritas, Ijtima Ulama II Otomatis Dukung

Calon Presiden Prabowo Subianto (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA, iNews.id – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menggelar ijtima ulama II, di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). Terlihat berbagai tokoh agama dan tokoh nasional turut serta mengikuti ijtima ulama II.

Ketua GNPF Ustaz Yusuf Muhammad Martak mengatakan, ijtima ulama II akan memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan keharusan menandatangani pakta integritas yang dihasilkan dalam sidang ijtima II.

“Ijtima ini rangkaiannya adalah penandatanganan pakta integritas, apabila pakta integritas ditandatangani berarti ada keseriusan Bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menjalankan komitmennya semua yang direkomendasikan, melalui pakta integritas yang disampaikan oleh ijtima ulama, tatkala itu akan ditandatangani maka otomatis dukungan akan diberikan ke Bapak Prabowo,” kata Yusuf dalam konferensi pers di sela-sela ijtima ulama II, Minggu (16/9/2018).

BACA JUGA: Jumlah Ulama yang Hadir di Ijtima II Akan Lebih Banyak dari Sebelumnya

Menurut dia, terdapat sejumlah poin dalam pakta integritas yang disodorkan kepada pasangan Prabowo-Sandiaga. Namun, Yusuf enggan merinci sebelum sidang ijtima II berakhir.

“Pakta integritas yang disampaikan intinya dari GNPF tidak ada usulan atau memohon jabatan apapun, kita berbuat tanpa pamrih, tanpa bargaining. Kita berbuat untuk bangsa dan negara, demi keselamatan umat Islam di Indonesia jangan sampai merasakan ketidakadilan. Kita butuh keadilan yang sama, yang equal, baik kepada umat Islam maupun agama-agama lain," tutur dia.

Yusuf melanjutkan, seluruh langkah-langkah yang diambil GNPF dan Ijtima Ulama telah dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan Habib Rizieq Syihab di Mekah, Arab Saudi. Menurutnya, pada Ijtima Ulama I menginginkan pergantian presiden dalam Pemilu 2019. “Ijtimak Ulama II saya kira tetap konsisten,” ujar Yusuf. 


Editor : Khoiril Tri Hatnanto