ART Indonesia Dijual Online di Singapura, Pelaku Terancam 2 Tahun Bui

Anton Suhartono ยท Minggu, 16 September 2018 - 15:08 WIB
ART Indonesia Dijual Online di Singapura, Pelaku Terancam 2 Tahun Bui

(Foto: The Straits Times)

SINGAPURA, iNews.id - Praktik penjualan asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia di Singapura melalui situs online Carousell sedang diselidiki. Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) langsung bergerak mengungkap kasus ini.

Akun @maid.recruitment menayangkan iklan penawaran ART secara online, namun pihak Carousell memastikan sejauh ini belum ada transaksi yang terjadi.

Baca Juga: Singapura Selidiki Kasus ART Indonesia Dijual Online

Dalam undang-undang ketenagakerjaan Singapura, menjual tenaga kerja secara online dengan mencantumkan profil mereka merupakan pelanggaran serius. Apalagi, jika pemilik akun @maid.recruitment bukan agen penyalur tenaga kerja yang sah. Sekalipun pengelola akun @maid.recruitment sudah terdaftar, izin mereka terancam dicabut.

Pelaku terancam hukuman penjara maksimal dua tahun dan/atau denda hingga 80.000 dolar Singapura atau sekitar Rp852 juta.

Tak hanya penyalur, tenaga kerja yang disalurkan tidak melalui agen berlisensi juga dapat didenda hingga 5.000 dolar Singapura.

MOM meminta warga Singapura hanya menggunakan jasa perusahaan tenaga kerja melalui agen berlisensi. Untuk mengetahui agen yang sudah mengantongi izin, masyarakat bisa mengecek melalui direktori di situs kementerian.

Juru bicara Carousell mengatakan, ini merupakan kasus pertama penjualan ART secara online di tempatnya.

"Kami meminta para pengguna untuk melaporkan daftar mencurigakan lainnya kepada kami. Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna dan terus meningkatkan teknologi untuk melakukan deteksi dini terhadap daftar terlarang," kata dia, kepada The Straits Times, dikutip Minggu (16/9/2018).

Akun @maid.recruitment diketahui sudah bergabung dengan Carousell sejak 15 Agutustus 2018.

Sebagai langkah konkret, Carousell telah menghapus semua daftar penawaran ART dan memblokir akun @maid.recruitment.

 


Editor : Anton Suhartono