Soal Debat Bahasa Inggris, Sekjen Perindo: Bagaimana Rakyat Mengerti?

Ilma De Sabrini ยท Minggu, 16 September 2018 - 15:52 WIB
Soal Debat Bahasa Inggris, Sekjen Perindo: Bagaimana Rakyat Mengerti?

Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq. (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id – Partai Perindo menilai usulan debat capres dan cawapres menggunakan Bahasa Inggris sangat aneh. Bukan hanya bertentangan dengan undang-undang, tetapi juga tak mencerminkan sikap nasionalisme bangsa Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, usulan tersebut dirasa tidak tepat. Sebab, bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang digunakan dan dimengerti oleh seluruh elemen masyarakat mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote.

“Ini ajakan yang aneh, di mana nasionalisme orang-orang itu? Ini negara yang mempunyai bahasa resmi dengan Bahasa Indonesia. Saya bisa katakan tipis sekali ke-Indonesiaan mereka ini,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (16/9/2018).

Menurut Rofiq, penggunaan bahasa Indonesia dalam debat forum menjadi hal yang wajib untuk dipergunakan demi tersampaikannya maksud serta tujuan dari pesan yang disampaikan.

BACA JUGA: Arya Sinulingga soal Usulan Debat Bahasa Inggris: Emang di Kampus?

Penggunaan bahasa Indonesia juga mampu menguatkan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia. Jika debat kandidat capres dan cawapres menggunakan bahasa asing atau bahasa Inggris, maka dikhawatirkan para pemilih tidak akan memahami garis beras daripada visi misi pasangan calon yang didukungnya.

“Rakyat ini butuh visi misi capres yang berpihak. Bagaimana rakyat bisa mengerti kalau bahasa (penyampaiannya) saja tidak dengan bahasanya sendiri,” kata Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu.

Tim koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebelumnya mengaku setuju jika debat capres dan cawapres menggunakan Bahasa Inggris. Usulan ini menjadi kontroversi. Ide tersebut dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Pasal 32 ayat (1) dan (2) menyebutkan Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia; Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam forum yang bersifat internasional di luar negeri.


Editor : Zen Teguh