Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan 3 Warga Indonesia yang Diculik Tahun Lalu

Anton Suhartono ยท Minggu, 16 September 2018 - 16:11 WIB
Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan 3 Warga Indonesia yang Diculik Tahun Lalu

3 warga Indonesia bertemu dengan kedutaan besar RI di Filipina (Foto: EPA)

MANILA, iNews.id - Kelompok militan Filipina Abu Sayyaf membebaskan tiga warga Indonesia yang diculik di perairan Malaysia pada awal tahun lalu. 

Ketiga pria tersebut, yakni Hamdam Salim, Subandi Sattuh, dan Sudarlan Samansung, dibawa berpindah-pindah tempat selama ditawan untuk menghindari pencarian petugas.

Mereka dibebaskan pada Jumat (14/9/2018) di Kota Indanan, Provinsi Sulu. Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), kelompok bersenjata yang sudah meneken perjanjian damai dengan pemerintah Filipina, membantu mediasi dengan kelompok militan, dikutip dari Associated Press.

Pemerintah Indonesia, melalui Kedutaan Besar RI, akan menerima tiga WNI itu di Kota Zamboanga, Minggu (16/9/2018).

Komandan militan Abu Sayyaf, Marjan Sahidjuan, yang memimpin penyerahan tawanan, mengatakan, proses pembebasan ini dilakukan karena ada pembayaran tebusan.

Namun juru bicara militer setempat, Gerry Besana, mengatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya pembayaran tebusan. Dia menegaskan, pasukan keamanan terus menerus menekan para penculik dengan mnelakukan serangan dan berhasil membuat mereka tersudut.

Militer Filipina menjelaskan, ketiga pria Indonesia yang merupakan kru kapal cepat itu diculik oleh kelompok miltan Abu Sayyaf saat berlayar di perairan Negara Bagian Sabah, Malaysia, pada Januari 2017. Mereka lalu dibawa menggunakan perahu motor ke tempat persembunyian di dalam hutan Sulu.

 

Upaya Filipina, Malaysia, dan Indonesia untuk memperkuat keamanan di sepanjang perbatasan laut Malaysia-Filipina, berhasil mengurangi penculikan dalam beberapa bulan terakhir.

Namun kasus terbaru, dua pelaut Indonesia diculik di perairan Samporna, Sabah, pekan lalu. Mereka diculik oleh pria bersenjata berdialek Sulu dan diyakini dibawa ke Filipina Selatan.

Militer Filipina masih berusaha mengonfirmasi penculikan tersebut.


Editor : Anton Suhartono