Respons Jokowi soal Debat Bahasa Inggris: Kita Punya Bahasa Indonesia

Ilma De Sabrini ยท Minggu, 16 September 2018 - 16:23 WIB
Respons Jokowi soal Debat Bahasa Inggris: Kita Punya Bahasa Indonesia

Presiden Jokowi menghadiri Rakernas IV Projo di Jakarta, Minggu (16/9/2018). (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini).

JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo menanggapi tentang polemik debat capres dan cawapres menggunakan Bahasa Inggris yang dilontarkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Presiden, debat menggunakan bahasa asing tak perlu dilakukan.

Jokowi mengingatkan, Indonesia memilik bahasa resmi nasional yaitu Bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa nasional ini juga diatur dalam undang-undang.

"Kita ini kan bangsa Indonesia, kita punya bahasa nasional Indonesia." kata Jokowi usai memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Pro Jokowi (Projo) di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Seperti diketahui, Koalisi Prabowo-Sandi mengusulkan dalam debat kandidat capres dan cawapres nanti diselingi dengan sesi Bahasa Inggris. Usulan ini pun menuai kontroversi. Prabowo dan Sandi sama-sama telah menegaskan usulan itu bukan resmi dari mereka, melainkan individu.

BACA JUGA: Koalisi Prabowo-Sandi Setuju Debat dalam Bahasa Inggris

Adapun Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf mengingatkan bahwa usulan itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Pasal 32 ayat (1) dan (2) menyebutkan Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia; Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam forum yang bersifat internasional di luar negeri.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga menilai, debat menggunakan Bahasa Inggris sama sekali tak substansial.

Arya mengingatkan, debat capres merupakan ajang di mana rakyat akan melihat dan menilai siapa sosok calon presiden dan wakil presiden yang layak untuk memimpin Indonesia lima tahun mendatang. Dalam konteks ini, gagasan dan konsep yang tertuang dalam visi dan misi serta program yang dicanangkan akan menjadi materi debat.

"Bahasa itu hanya sarana penyampaian, omongan. Emang kayak debat di kampus? Ini kan enggak. Ini kan bagaimana menata bangsa," kata Arya di kantor TKN, Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat, (14/9/2018).


Editor : Zen Teguh