Resmi Didukung Ijtima Ulama II, Prabowo Janji Beri Terbaik

Nadia Raissa ยท Minggu, 16 September 2018 - 16:40 WIB
Resmi Didukung Ijtima Ulama II, Prabowo Janji Beri Terbaik

Bakal calon presiden Prabowo Subianto (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama secara resmi mendukung pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Deklarasi dukungan disampaikan usai menggelar ijtima ulama II, di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Dukungan itu ditandai dengan penandatanganan 17 poin pakta integritas oleh Prabowo. Pakta integritas yang disodorkan GNPF Ulama sebagai syarat dukungan.

Ada beberapa poin dalam pakta integritas, antara lain, membahas pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konstituen, memperhatikan kebutuhan dan kepentingan umat beragama, serta menghormati posisi ulama dan bersedia untuk mempertimbangkan para ulama dan pemuka agama lainnya dalam menyelesaikan permasalahan bangsa.

“Salam rindu, salam hormat kepada Habib Rizieq yang banyak memberikan saran dan diskusi sehingga terlaksananya ijtima ulama dan terselesaikan dengan baik ditandatanganinya pakta integritas oleh Prabowo,” kata Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, di Cempaka Putih, Minggu (16/9/2018).

BACA JUGA: 

Usai penandatanganan pakta integritas, Yusuf menuturkan, GNPF Ulama segera membentuk tim yang bekerja untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Kita akan bersama-sama menyusun tim kerja agar semua mesin, semua ulama dengan tulus ikhlas bekerja semaksimal mungkin tanpa pamrih,” kata dia.

Prabowo mengucapkan terima kasih atas dukungan hasil ijtima ulama II. Dia berjanji akan menjalankan dengan sungguh-sungguh 17 poin dalam pakta integritas.

“Saya berjanji akan memberikan yang terbaik. Ada 17 poin dalam pakta integritas, semuanya demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat. Benar-benar saya menyampaikan penghargaan demi kepentingan bangsa dan negara, menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto