25.000 Siswa Belum Terima Ijazah, Disdik Depok: Kesalahan Kemendikbud

Okezone.com ยท Rabu, 19 September 2018 - 17:28 WIB
25.000 Siswa Belum Terima Ijazah, Disdik Depok: Kesalahan Kemendikbud

Ilustrasi pendidikan (Koran Sindo)

DEPOK, iNews.id – Pelajar tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Depok yang lulus tahun ajaran 2017/2018 belum bisa bernafas lega. Pasalnya, sebanyak 25.000 siswa belum menerima ijazah kelulusan hingga sekarang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Mohammad Thamrin mengatakan, tidak terbitnya ijazah siswa SD, dikarenakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) salah mengeluarkan blangko ijazah.

“Ada kesalahan blangko di ijazah yang dikeluarkan Kementerian. Jadi seluruh siswa SD di Depok yang jumlahnya sekitar 25.000 sampai sekarang belum mendapatkan ijazah. Kesalahan di Kemendikbud,” kata Thamrin saat dihubungi, Rabu (19/9/2018).

Menurut dia, Kemendikbud keliru memberikan lebih dari setengah blangko ijazah pada akhir Agustus lalu. Blangko yang diterima Disdik Depok untuk kurikulum 2013. Sementara di tahun ajaran 2017/2018, kebanyakan SD di Depok masih menggunakan kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

“Ijazah yang diterima kemarin kebanyakan menggunakan blangko kurikulum 2013. Jadi tidak sesuai dengan data yang kita kirim ke pusat. Karena tahun ajaran lalu kebanyakan SD di Depok masih menerapkan KTSP,” tutur dia.

Thamrin mengatakan, dari 25.110 siswa kelas VI SD di Depok yang lulus, sebanyak 7.935 ijazah yang telah diterima Disdik tidak sesuai. Karena pembagian jumlah yang tidak merata itu, Disdik Kota Depok memilih menunda hingga semua terselesaikan. Hal itu dilakukan agar tidak timbul kecemburuan di antara orangtua murid.

“Total siswa SD yang lulus ada sekitar 25 ribu, nah blangko untuk siswa yang KTSP kurang 7.935 lembar. Jadi keputusanya kita tunda sampai semuanya lengkap,” ujar dia.

Menurut dia, untuk sementara, siswa SD yang hendak mendaftar SMP harus menggunakan surat keterangan lulus (SKL) yang dikeluarkan sekolah masing-masing anak.

“Seluruh sekolah sudah kita kirim edaran pemberitahuan tentang penundaan pembagian ijazah. Untuk sekarang siswa menggunakan surat keterangan lulus yang dikeluarkan pihak sekolah,” kata Thamrin.

 


Editor : Khoiril Tri Hatnanto