Kisah Zumi Zola, dari Artis, Gubernur hingga Tahanan KPK

Annisa Ramadhani ยท Senin, 09 April 2018 - 20:13 WIB
Kisah Zumi Zola, dari Artis, Gubernur hingga Tahanan KPK

Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli ditahan KPK seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di KPK, Senin (9/4/2018). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay).

JAKARTA, iNews.id - Pudar sudah pesona Zumi Zola Zulkifli. Baju batik ungu mahal yang membungkus kulit bersihnya kini telah berlapis rompi oranye bergaris hitam. Tak ada lagi senyum merekah. Yang ada hanya diam getir dan gerak cepat menerobos kerumunan wartawan.

Berstatus tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi sejak 2 Februari 2018, kasta sosial Gubernur Jambi itu bak ambles ke titik nadir. Setelah diperiksa sekitar 7 jam lebih, Zumi resmi ditahan KPK, Senin (9/4/2018) malam. Dia dipaksa mendekam di balik jeruji besi Rumah Tahanan Negara Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Tak ada sepatah kata pun terlontar ketika keluar dari ruang pemeriksaan itu.

"Tersangka ZZ (Zumi Zola) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di Kavling C1 Gedung lama KPK," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (9/4/2018) malam.

Nyaris tak ada yang mengira sosok idola kebanyakan kaum hawa itu bakal hidup di penjara. Apalagi jika menengok masa lalunya yang gemerlap. Rupawan dari sisi fisik, dan terpandang dari status sosial keluarga.

BACA JUGA: Diperiksa 7 Jam Lebih, Zumi Zola Ditahan KPK

Lahir di Jakarta, 31 Maret, 1980, Zumi Zola adalah sulung dari lima bersaudara, anak Gubernur Jambi periode 1999-2004 dan 2005-2010 Zulkifli Nurdin. Sejak kecil dan remaja, dia diperkirakan bakal merambah dunia seni peran berkat wajahnya yang ganteng.

Perkiraan itu terbukti tak meleset. Dari SMAI Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta, Zumi melanjutkan pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor. Di bangku kuliah inilah dia merintis cita-citanya sebagai aktor.

Zumi Zola di KPK, Senin (9/4/2018). (Antara)

Zumi lolos casting dan membintangi sinetron Culunnya Pacarku pada 2004. Kariernya makin menanjak dan namanya kian bersinar kala bermain di sinetron Hantu Jatuh Cinta dan Ku T’lah Jatuh Cinta pada 2006. Sejak itu berbagai tawaran pun mengalir deras, dari fotomodel, bintang iklan, hingga peran di layar kaca. Lebih dari 14  judul sinetron/ftv dia bintangi. Dia juga terlibat dalam film Di sini Ada Setan (2004), Kawin Laris (2009), dan Merah Putih (2009).

Nama Zumi Zola sempat meredup dan seolah hilang dari peredaran. Rupanya, dia melanjutkan pendidikan magister di London Metropolitan University. Namanya kembali jadi buah bibir ketika diberitakan bertunangan dengan artis Ayu Dewi.

Namun bukan pertunangan itu yang jadi perbincangan. Ketika Zumi memutuskan untuk batal menikah dengan Ayu, seketika dia menjadi pusaran berita infotainment. Hampir saban hari namanya menghiasi warta-warta gosip.

BACA JUGA: Tinggalkan KPK, Zumi Zola 3 Kali Ucapkan "Bicara Sama Lawyer Saya Ya"

Belum selesai keterkejutan publik, Zumi belakangan memilih Sherrin Tharia sebagai pendamping hidup. Sherrin, pemain biola, tak lain putri penyiar legendaris TVRI, Tengku Malinda. Pernikahan digelar 16 Maret 2012.

Dari biduk rumah tangga itu lahir  dua anak laki-laki, Zameer Zahid Abyadh Zola dan Zhafran Ziyadh At-Thahirah Zola. Tak lagi berkarier di dunia selebritas, Zumi sempat membuka bisnis kuliner, namun tak berkembang.

Berawal dari Bupati Berakhir di Bui
Pancaran lampu blitz dan sorot kamera menjadi masa lalu ketika Zumi memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Mengikuti jejak ayahnya, dia mencalonkan diri sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur berpasangan dengan Ambo Tang.

Nasib baik berpihak padanya. Zumi sah sebagai bupati setelah memenangi pilkada dan memimpin untuk periode 2011-2016. Tak dimungkiri, citra anak muda tampan, cerdas, dan punya trah ”birokrat” menjadi daya pikat. Faktanya, dia dianggap jadi kepala daerah  dengan prospek cerah.


Tak mengherankan pula dia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD PAN Tanjung Jabung Timur 2010-2015 dan Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional 2010-2015. Modal sebagai bupati itulah yang mendorongnya untuk melangkah lebih tinggi.

Lagi-lagi mengikuti jejak bapaknya, pada 2015 Zumi maju sebagai calon gubernur Jambi berpasangan dengan Fachrori Umar. Pucuk dicinta ulam tiba, rakyat Jambi memilihnya. Jadilah penerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan Prestasi dalam Pembangunan di bidang Pertanian pada 2014 ini sebagai gubernur.

BACA JUGA: Sempat Absen, Zumi Zola Akhirnya Datangi KPK

Sayang, cerita tak berakhir indah. Bukan tinta emas pembangunan atau kemajuan daerah yang diciptakan, tetapi aroma dugaan suap yang menjadi kisah perjalanan karier Ketua DPW PAN Jambi ini.

Berawal dari operasi tangkap tangan KPK, sejumlah anggota DPRD dan pejabat Pemprov Jambi diringkus. KPK mengendus ada dugaan suap senilai Rp6 miliar dalam pengesahan RAPBD Jambi 2018. Dapat ditebak, nama Zumi disebut-sebut ikut terlibat.

Melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan, Zumi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Februari 2018. Sang mantan artis itu diduga turut menyuap anggota DPRD Jambi agar hadir dalam rapat pengesahan RAPBD Jambi 2018.