Usai Perangi ISIS, Trump Tetap Komitmen Tarik Pasukan dari Suriah

Nathania Riris Michico · Senin, 16 April 2018 - 11:07 WIB

Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

DAMASKUS, iNews.id - Misi Amerika Serikat (AS) di Suriah terkait perang melawan ISIS segera berakhir. Gedung Putih menegaskan Presiden Donald Trump ingin pasukan AS ditarik dari negara itu secepat mungkin.

"Misi AS tidak berubah, Presiden sudah mempertegas bahwa dia ingin agar pasukan AS pulang secepat mungkin," kata Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Senin (16/4/2018).

"Kami bertekad sepenuhnya menghancurkan ISIS dan menciptakan kondisi yang bisa mencegah ISIS muncul kembali. Selain itu, kami mengharapkan sekutu regional dan mitra kami mengambil tanggung jawab yang lebih besar, baik secara militer dan finansial, untuk mengamankan kawasan itu," demikian bunyi pernyataan itu.

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dirinya meyakinkan Trump untuk tetap berada di Suriah dalam jangka panjang.

"Sepuluh hari yang lalu, Presiden Trump mengatakan Amerika Serikat memiliki kewajiban untuk melepaskan diri dari Suriah. Saya jamin, kami berhasil meyakinkannya bahwa AS perlu tinggal dalam jangka panjang," ujar Macron.

Pernyataannya itu disampaikan beberapa hari setelah Prancis yang bergabung dengan AS dan Inggris meluncurkan rudal ke beberapa fasilitas persenjataan kimia rezim Bashar Al Assad.

Serangan rudal pada Sabtu pekan lalu serta kehadiran pasukan AS di Suriah untuk melawan ISIS merupakan misi berbeda. Dalam konteks perang melawan ISIS, AS bersama-sama dengan negara lain, termasuk Rusia.

Namun terkait penggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah Suriah dalam menyerang pemberontak Jaish Al Islam di Ghouta Timur, AS dan Rusia berbeda sikap. Rusia dan Iran diketahui merupakan sekutu dekat Suriah.


Editor : Nathania Riris Michico

KOMENTAR