Rapat Komisi III DPR Ungkap Modus Peredaran Narkoba Online

Felldy Utama ยท Senin, 16 April 2018 - 15:11 WIB
Rapat Komisi III DPR Ungkap Modus Peredaran Narkoba Online

Ilustrasi, Gedung DPR. (Foto: Koran Sindo).

JAKARTA, iNews.id - Komisi III DPR menyoroti tentang peredaran narkoba berbasis online dalam kesempatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Pol Heru Winarkodi. Saat ini Indonesia selama 24 jam semua bisa mendapatkan apa yang diinginkan seiring kemajuan teknologi.

Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan mencatat, modus peredaran narkoba melalui online sudah terungkap sejak 2015. Peredaran ini menyebarkan ketujuh dan delapan kota madya di Indonesia.

"Transaksi online sangat menggiurkan pengedar narkoba untuk melakukan segala niat buruk itu," ujar Hinca, di ruang rapat Komisi III DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, (16/4/2018).

Dia menuturkan, pada November 2017 di Purwokerto, Jawa Tengah juga ditemukan modus baru dalam mengedarkan narkoba melalui media sosial Instagram.

BACA JUGA:

Anggap Tempat Hiburan Bandel, Anies Pastikan Cabut Izin Sense Karaoke

Pengadilan di Indonesia Jatuhkan 47 Vonis Mati Sepanjang 2017

"Gambarnya bagus-bagus, informasi super lengkap. Dengan menggunakan kode-kode sandi tertentu antara pembeli dan pengedar" Sebut dia. Dia mengungkapkan, Agustus 2017 penjualan narkoba berbasis Instagram dengan akun @mamamenlink dengan dalih menjual vape cair untuk rokok elektrik.

"Gambarnya bagus-bagus, informasi super lengkap, menggunakan kode-kode sandi tertentu antara pembeli dan pengedar," ungkapnya.

Politikus Partai Demokrat ini menambahkan, fakta lain menunjukkan pengguna aktif Instagram di Indonesia mencapai 53 juta orang. Kondisi ini dinilai sebagai peluang pasar yang besar bagi pengedar narkoba.

"Terlebih mayoritas pengguna instagram adalah kalangan muda yang menjadi target utama pengedar narkoba," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi