Perintangan Kasus E-KTP

Istri Pastikan Setnov Kabur ke Sentul saat Diburu KPK

Koran SINDO, Sabir Laluhu · Senin, 16 April 2018 - 20:04 WIB

Setya Novanto. (Foto: Antara/ Muhammad Adimaja)

JAKARTA, iNews.id - Deisti Astriani Tagor, istri terdakwa perkara korupsi proyek e-KTP ‎Setya Novanto (Setnov) memastikan Setnov meninggalkan rumah menuju Sentul, Bogor, saat dicari tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 15 November 2017 malam.‎

Fakta tersebut diungkap Deisti Astriani Tagor saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/4). Deisti bersaksi dalam persidangan terdakwa dokter spesialis ‎Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH) ‎Bimanesh Sutarjo.

‎Deisti menuturkan, terdakwa advokat sekaligus pendiri dan Managing Patners kantor hukum Yunadi & Associates Fr‎edrich Yunadi memang pernah menerima kuasa dari Setya Novanto saat Setnov masih menjabat sebagai Ketua DPR. Kuasa tersebut terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang sedang ditangani KPK saat itu. Kuasa kepada Fredrich sudah berusia satu bulan sebelum Rabu, 15 November 2017.

BACA JUGA:

Vonis Setnov Dibacakan Selasa 24 April 2018   

Setnov Minta Asetnya Tak Diblokir dan Boleh Berpolitik

Deisti mengakui, sebelum kejadian Rabu, 15 November 2017 memang ada surat panggilan pemeriksaan dari KPK untuk pemeriksaan Setnov sebagai tersangka. Dia membeberkan, pada Rabu, 15 November 2017 malam sekitar pukul 21.30 WIB memang Setnov pulang ke rumah di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan. Kepulangan Setnov tersebut seingat Deisti terjadi sebelum tim KPK datang.

Deisti yang masih ada di lantai atas kemudian diberitahukan orang rumah bahwa ada sedikitnya 15 orang dari KPK yang datang. Deisti sempat bertanya ada siapa di bawah dan diinformasikan oleh orang rumah bahwa ada Fredrich Yunadi selaku pengacara Setnov.

"Jadi saya tetap di atas saja. Pas orang KPK datang bapak (Setya Novanto) udah nggak ada, udah keluar. Malam itu (Rabu, 17 November 2017 malam) saya nggak tahu ke mana. Pas bapak sudah masuk rumah sakit tanggal 16 (16 November 2017) setelah kecelakaan, saya tanya ke bapak, malam sebelumnya (Rabu 15 November) ke mana. Katanya ke Sentul nginap di hotel," ujar Deisti di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.


Editor : Azhar Azis

KOMENTAR