Akademisi UGM: Politisi Jangan Seenaknya Manggung di Kampus

Antara, Felldy Utama ยท Minggu, 14 Oktober 2018 - 09:21 WIB
Akademisi UGM: Politisi Jangan Seenaknya Manggung di Kampus

Sudirman Said batal mengisi acara seminar kebangsaan di kampus UGM beberapa waktu lalu. (Foto: iNews.id/dok).

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

YOGYAKARTA, iNews.id – Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan, batal mengisi seminar kebangsaan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Keduanya urung hadir setelah acara dibatalkan pihak kampus.

Pembatalan acara itu pun menjadi kontroversi. Sudirman Said menyebut panitia seminar mendapatkan tekanan. Bila acara tetap digelar, mereka terancam akan dikeluarkan (DO) dari kampus. Pembatalan juga karena ada tekanan dari intelijen.

Merespons polemik yang berkembang, sosiolog dan dosen Fisipol UGM Arie Sujito mengingatkan, politisi harus memiliki etika di masa kampanye. Status sebagai anggota tim pemenangan capres-cawapres pun harus diletakkan pada tempatnya.

"Harusnya para politisi itu tahu diri bahwa penggunaan kampus sebagai arena kampanye itu ada aturannya. Jadi jangan seenaknya politisi manggung dengan memanfaatkan akses," kata Arie di Jakarta, Minggu (14/10/2018).

BACA JUGA: Sandi Batal Jadi Pembicara Diskusi Ekonomi Mahasiswa Riau, Ada Apa?

Menurut dia, pembatalan acara seminar kebangsaan di Fakultas Peternakan UGM ibarat mengadu mahasiswa dengan pengurus kampus. Arie menyayangkan hal ini karena antara mahasiswa dan kampus seperti konflik karena kepentingan politisi.

"Kita tahu, Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan calon anggota legislatif dan juga tim sukses salah satu capres," katanya.

Arie mengatakan pula, jika seminar ini dilanjutkan bisa saja forum yang akan digelar mahasiswa itu bisa berubah menjadi forum politisi. Menjadi wajar bila pengurus kampus bereaksi keras menolak.

”Mana mungkin forum itu disebut ilmiah, sedangkan beberapa pembicara adalah calon anggota legislatif dan tim sukses salah satu calon presiden yang sedang dalam momentum kampanye," kata dia.

Arie menilai kasus tersebut mestinya tidak terjadi jika para politisi menjaga etika politik dalam berinteraksi dengan kampus. Dia pun meminta mahasiswa dan pihak kampus saling menjaga komunikasi agar tidak mudah masuk pusaran permainan elite politik yang sedang bergerilya kampanye ke kampus-kampus.

BACA JUGA: Jubir TKN Jokowi: Kalau Sandi Terus yang Muncul, Prabowo Pasti Kalah

Sebelumnya, Sudirman Said yang dihubungi mengaku acara seminar kebangsaan akhirnya tetap digelar meski di luar kampus. Dia mengaku sangat menyayangkan pembatalan itu karena kehadirannya tidak membawa politik praktis ke kampus.

”Yang saya sedih, kenapa harus pakai ada ancaman drop out segala ke adik-adik kita kader bangsa. Moga-moga ancaman drop out itu tidak benar. Mereka tidak berbuat kesalahan. Mereka justru sedang membina diri," katanya saat dihubungi iNews.id.

Sementara Ferry Mursyidan Baldan menyebut pembatalan acara oleh pihak kampus sangat aneh mengingat semua persyaratan telah dipenuhi. Lebih dari itu, kehadirannya juga bukan untuk berkampanye.

”Kok tiba-tiba dibubarkan, aneh. Selama jadi aktivis mahasiswa belum pernah saya menemukan kejadian seperti ini. Baru sekarang begini," ucap Ferry.


Editor : Zen Teguh