Akhirnya Pendeta Brunson Dibebaskan Turki, Kini Terbang Kembali ke AS

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 15:13 WIB
Akhirnya Pendeta Brunson Dibebaskan Turki, Kini Terbang Kembali ke AS

Pastor AS, Andrew Brunson, resmi dibebaskan oleh pengadilan Turki. (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.id - Pastor Amerika Serikat (AS), Andrew Brunson, resmi dibebaskan oleh pengadilan Turki setelah dua tahun dipenjara atas tuduhan terlibat terorisme. Pastor yang penahanannya memicu perseteruan diplomatik kedua negara ini kini dikabarkan terbang kembali ke negaranya.

Pada Jumat (12/10/2018), dia meninggalkan Turki dengan pesawat militer AS menuju Jerman. Menurut Gedung Putih, pastor itu akan tiba di sebuah pangkalan militer di Maryland pada Sabtu (13/10/2018).

Brunson dihukum atas tuduhan terlibat jaringan terorisme, yakni melakukan kontak dengan kelompok Kurdi yang diperangi Turki. Dia sejatinya dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Baca juga: Menlu AS dan Turki Bertemu di Singapura Bahas Nasib Pendeta Brunson

Namun dia dibebaskan dengan mempertimbangkan sudah cukup menjalani waktu penahanan dan berperilaku yang baik selama persidangan. Pengadilan juga mencabut status tahanan rumahnya dan larangan perjalanan ke luar negeri.

Keputusan itulah yang membuka jalan baginya untuk pulang ke AS.

Setelah keputusan pengadilan keluar, Brunson pergi ke rumahnya dan kemudian berangkat ke sebuah bandara di Provinsi Izmir bersama istrinya, Norrine.

Baca juga: Turki Tak Akan Bebaskan Pendeta AS meski 2 Menterinya Dijatuhi Sanksi

"Ini merupakan hari dimana keluarga kami berdoa, saya senang bisa pulang ke Amerika Serikat," kata Brunson, dalam sebuah pernyataan setelah dibebaskan, seperti dikutip Al Jazeera.

Setelah pengadilan memerintahkan pembebasan Brunson, Presiden AS Donald Trump menulis tweet yang ditujukan untuk pastor tersebut.

"Pikiran dan doa kami bersama pastor, dia akan segera pulang," cuit Trump.

Baca juga: Penasihat Keamanan AS Temui Dubes Turki Bahas Pendeta Brunson

Brunson (50 ) ditangkap pada 2016 sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah setelah upaya kudeta militer yang gagal. Dia menjalani tahanan rumah sejak Juli lalu.

Putusan pengadilan mengakhiri gesekan atas kasusnya yang menyebabkan krisis diplomatik antara AS dan Turki yang merupakan sekutu di keanggotaan NATO.

Pemenjaraan Brunson membuat AS menjatuhkan sanksi pada Turki. Bahkan, AS menahan pengiriman jet tempur siluman F-35 yang dibeli Turki dari Lokcheed Martin AS.

Baca juga: Pengadilan Turki Tolak Banding untuk Bebaskan Pendeta AS Brunson

Sanksi as memicu guncangan ekonomi di Turki.

Pastor evangelis AS itu dituduh memiliki hubungan dengan pemberontak Kurdi dan pendukung Fethullah Gulen, yang oleh Turki dianggap sebagai dalang kudeta. Namun Gulen membantah terlibat dalam kudeta.

Brunson, yang tinggal di Turki selama lebih dari 20 tahun, membantah tuduhan itu dan mempertahankan ketidakbersalahannya. Pemerintahan Trump membela Brunson dan menilai pemenjaraan pastor itu tidak adil.

Baca juga: AS Minta Turki Bebaskan Pendeta, Presiden Erdogan: Saya Tak Punya Hak

Setelah putusan pengadilan keluar, seorang pejabat untuk kepresidenan Turki mengatakan putusan itu menunjukkan independensi peradilan di negara tersebut.

"Dengan penuh penyesalan kami memantau upaya AS untuk meningkatkan tekanan pada sistem pengadilan independen Turki untuk beberapa waktu," kata Fahrettin Altun, direktur komunikasi kepresidenan Turki.

Baca juga: Nilai Tukar Lira Anjlok, Turis Asing Banjiri Toko-Toko Mewah di Turki

"Seperti halnya pengadilan Turki, Republik Turki tidak menerima instruksi dari badan, otoritas, kantor, atau orang mana pun. Kami membuat aturan kami sendiri dan membuat keputusan kami sendiri yang mencerminkan keinginan kami," ujar Altun.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya juga bersikeras tidak memiliki kekuasaan atas peradilan. Menurutnya, pengadilan akan memutuskan nasib Brunson secara independen.


Editor : Nathania Riris Michico