Anies Ajak Pelajar Manfaatkan Beasiswa untuk Belajar di Luar Negeri

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Sabtu, 10 Maret 2018 - 14:55:00 WIB
Anies Ajak Pelajar Manfaatkan Beasiswa untuk Belajar di Luar Negeri
Gubernur Pemprov DKI Jakarta Anies Baswedan saat menjadi pembicara di Saresahan Nasional PPI Dunia 2018 (Foto: iNews/Isna)

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak para pelajar untuk menempuh pendidikan di luar negeri melalui berbagai beasiswa. Sebab, menurutnya ada banyak ilmu yang bisa didapatkan dari negara lain.

Misalnya seperti belajar aspek-aspek ilmu yang belum ada di Indonesia, menguasai bahasa-bahasa negara tersebut, dan mempelajari kultur setempat. Dengan demikian ketika kembali ke Indonesia, ia bisa menerapkan banyak hal yang didapat dari belajar di luar negeri tersebut.

Selain itu, Anies juga menekankan para pelajar untuk tidak hanya belajar tapi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan, terutama kegiatan internasional. Dengan begitu, bisa memperluas jaringan relasi yang kelak bisa dimanfaatkan.

"Bila anda dapat kesempatan belajar ke luar negeri, maka jangan hanya kuliah tapi aktif untuk melakukan networking," kata Anies saat memberikan sambutan di Sarasehan Nasional PPI Dunia 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Sabtu (10/3/2018).

Ia bercerita mengenai pengalamannya saat mendaftar beasiswa Fulbright saat di Jogjakarta. Meski sempat dikabarkan gagal, namun ia mencoba menelepon pihak penyelenggara untuk bertanya apa yang menyebabkannya gagal.

Kemudian diketahui jika kategori yang ia pilih tidak masuk dalam beasiswa. Ia meminta untuk bisa diganti pilihannya. Beruntungnya hal itu bisa dilakukan dan setelah menjalani berbagai proses seleksi, ia pun dinyatakan lolos.

"Ketika anda berusaha nanti selain niat adalah keteguhan untuk kerja tuntas meski dapat kabar buruk terus cari kesempatan karena mencari kesempatan itu terbukti memiliki efek," ujarnya.

Ia melanjutkan, pada masa sebelum kemerdekaan, anak muda selalu menjadi penggerak bangkitnya bangsa Indonesia. Sampai saat ini pun anak muda merupakan aset bangsa untuk mengembangkan negara di masa depan.

Oleh karena itu, ia meminta para pemuda untuk terus bermimpi setinggi-tingginya mengupayakannya dengan perjuangan lebih. Salah satunya dengan berimpi untuk belajar di luar negeri.

"Yang saya takutkan bukan Anda gagal raih mimpi tapi anda berhasil meraih mimpi dan mimpi Anda terlalu rendah. Karena itu mimpinya harus tinggi," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk