AS Kandangkan Semua Armada Jet Tempur Siluman F-35 Usai Kecelakaan

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:26 WIB
AS Kandangkan Semua Armada Jet Tempur Siluman F-35 Usai Kecelakaan

Jet tempur F-35B. (Foto: istimewa)

WASHINGTON, iNews.id - Seluruh armada jet tempur F-35 dikandangkan untuk diperiksa karena dugaan tabung bahan bakar bermasalah. Keputusan Pentagon ini muncul setelah kecelakaan F-35B Korps Marinir di South Carolina bulan lalu.

Data awal Korps Marinir F-35B yang hancur dalam kecelakaan itu menunjukkan, masalah potensial berkaitan tabung bahan bakar.

"Layanan AS dan mitra internasional menghentikan sementara operasi penerbangan F-35, sementara perusahaan melakukan inspeksi seluruh armada tabung bahan bakar di dalam mesin pada semua pesawat F-35," kata juru bicara program F-35, Joe DellaVedova, seperti dilaporkan AFP, Jumat (12/10/2018).

Dia menyebut, tabung-tabung bahan bakar akan dibuang dan diganti. Jika tabung yang baik sudah terpasang, maka pesawat-pesawat itu akan dikembalikan ke status operasional.

Inspeksi diharapkan akan selesai dalam 24 hingga 48 jam.

"Tujuan utama menyusul kecelakaan adalah pencegahan insiden di masa depan,” kata DellaVedova.

Baca juga: Jet Tempur Siluman F-35 AS Jatuh saat Latihan, Pilot Selamat

Menurut angka Pentagon, sebanyak 320 jet F-35 dikirim secara global, terutama ke AS, juga Israel dan Inggris, serta negara-negara mitra lainnya.

"Kami akan mengambil setiap langkah untuk memastikan operasi yang aman, sementara kami mengantarkan, mempertahankan dan memodernkan F-35 untuk pasukan tempur dan mitra pertahanan kami."

Keputusan itu muncul di tengah penyelidikan kecelakaan jet tempur F-35B pada 28 September 2018 lalu. Pesawat itu jatuh setelah pesawat lepas landas dari sebuah pangkalan udara di Beaufort.

Sang pilot terlontar dan behasil mendarat dengan selamat.

Insiden terjadi hanya sehari setelah militer AS pertama kali menggunakan F-35 dalam pertempuran melawan Taliban di Afghanistan.

Diluncurkan pada awal 1990-an, program F-35 dianggap sebagai sistem senjata paling mahal dalam sejarah AS, dengan perkiraan biaya sekitar 400 miliar dolas AS.


Editor : Nathania Riris Michico