Buntut Jatuhnya Jet F-35 AS, Australia Ikut Kandangkan Armadanya

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:11 WIB
Buntut Jatuhnya Jet F-35 AS, Australia Ikut Kandangkan Armadanya

Jet tempur siluman F-35. (Supplied: Lockheed Martin)

SYDNEY, iNews.id - Australia mengandangkan seluruh armada jet tempur siluman F-35 mereka menyusul insiden jatuh dan hancurnya salah satu pesawat tempur andalan Amerika Serikat (AS) tersebut.

Angkatan Udara Australia (RAAF) menerima pengiriman sembilan pesawat tempur F-35 dari produsen Lockheed Martin di AS dan seluruh armada jet tempur itu diparkir di pangkalan pelatihan F-35 di Arizona.

Australia adalah mitra global terbaru dalam program Joint Strike Fighter yang memerintahkan armada pesawat mereka tidak diterbangkan untuk sementara waktu sebagai tindakan pencegahan.

Korps Marinir AS memimpin tindakan serupa dengan lebih dahulu melarang terbang semua armada F-35 mereka setelah salah satu pesawatnya mengalami kegagalan mesin dan jatuh di South Carolina pada 28 September lalu.

Baca juga: Jet Tempur Siluman F-35 AS Jatuh saat Latihan, Pilot Selamat

Pilot penerbang di pesawat itu selamat setelah berhasil melontarkan diri, namun pesawatnya hancur berkeping-keping di tanah rawa dekat Beaufort.

Sejak peristiwa ini, Israel dan Inggris juga menghentikan operasi penerbangan F-35 mereka.

Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Pertahanan Australia menegaskan seluruh armada F-35 telah diinstruksikan untuk menjalani inspeksi keselamatan di semua mesin yang dikirimkan.

"Pesawat F-35 Australia yang saat ini berbasis di AS akan kembali beroperasi untuk diterbangkan begitu inspeksi keselamatan selesai," kata ADF.

"Beberapa mitra internasional dalam Program F-35 sudah mulai terbang menyusul terbitnya hasil inspeksi mereka."

Secara terpisah, sejumlah sumber senior di Departemen Pertahanan mengatakan, mereka memperkirakan larangan terbang ini hanya bertahan satu atau dua hari dan seluruh armada F-35 milik Australia yang berjumlah sembilan pesawat akan segera kembali mengudara.

Baca juga: AS Kandangkan Semua Armada Jet Tempur Siluman F-35 Usai Kecelakaan

Hasil investigasi awal atas kecelakaan yang dialami F-35 AS menunjukkan, tabung pasokan bahan bakar yang rusak mungkin mengakibatkan mesin kehabisan bahan bakar dan kemudian jatuh ke tanah.

Pesawat F-35 AS yang rusak itu dilaporkan berasal dari lini produksi Lockheed Martin pada sekitar 2015.

Pihak berwenang AS mengindikasikan bahwa jika memang saluran bahan bakar yang rusak menjadi penyebab insiden jatuhnya pesawat itu, maka kecil kemungkinan kerusakan itu akan memengaruhi seluruh bagian dari mesin buatan Pratt dan Whitney yang digunakan di armada F-35 Lightning II dari total 350 unit pesawat terbang yang sudah diproduksi.

Sekalipun gangguan itu bisa diidentifikasi dan diperbaiki, dampak dari rusaknya reputasi akibat kecelakaan pertama yang menimpa pesawat militer termahal buatan AS ini bisa berlangsung lebih lama.

Dengan harga jual diperkirakan sekitar 1,4 triliun dolar Australia, F-35 menjadi pengembangan dari teknologi pesawat tempur yang ambisius, mahal, dan berisiko sejak awal dan masih memiliki kekurangan untuk diperbaiki sebelum memasuki tahap produksi total dan layanan tempur.

Terlepas dari kemunduran apa pun, Australia tetap berkomitmen penuh untuk membeli pesawat F-35 itu sebanyak 72 unit untuk menggantikan armada F / A-18 Super Hornets yang digunakan saat ini untuk melakukan pertempuran udara, pengeboman, dan pengawasan.

ADF mengatakan, pelarangan terbang yang dipicu oleh kecelakaan pesawat F-35 AS ini tidak akan mempengaruhi pengiriman pesawat itu ke Australia.

Untuk mengantisipasi lebih banyak pengiriman, Australia memiliki delapan pilot terlatih yang memenuhi syarat dan mendapat pelatihan F-35A di Luke Airforce Base di Arizona, di mana mereka tercatat berlatih didalam kokpit selama lebih dari 1.700 jam.

Sementara 27 orang teknisi sistem teknologi mekanik dan avionik canggih F-35 juga menyelesaikan pelatihan mereka mengenai pesawat tersebut.

Meskipun harga dari model awal F-35 ini terbilang mahal, Pemerintah Australia memperkirakan harga per pesawat F-35 akan turun seiring dengan naiknya jumlah produksi, sehingga harga rata-rata per pesawat pada akhirnya akan berkisar 115,7 juta dolar atau setara Rp1,3 triliun.


Editor : Nathania Riris Michico