Diduga Pesta Pelacur, Agen FBI di Asia Tenggara Dipulangkan

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 15:39 WIB
Diduga Pesta Pelacur, Agen FBI di Asia Tenggara Dipulangkan

Lambang FBI (Federal Bureau of Investigation). (Foto: AFP)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

WASHINGTON, iNews.id - Banyak agen FBI (Federal Bureau of Investigation) yang bertugas di Asia Timur dan Tenggara dipulangkan ke Amerika Serikat (AS) setelah diduga terlibat pesta dengan pelacur.

Para agen itu sejatinya ditugaskan membantu memerangi kejahatan dan terorisme internasional di Asia.

Dugaan skandal memalukan itu melibatkan para agen di enam kota, termasuk di Asia Timur dan Tenggara. Mereka dilaporkan melakukan interaksi dengan pekerja seks.

Pejabat yang mengetahui skandal itu mengungkapnya kepada Wall Street Journal. Namun, rincian spesifik tentang dugaan skandal itu belum ada kejelasan.

"Setelah mengetahui dugaan pelanggaran ini, tindakan diambil untuk menetapkan kembali personel tertentu ke peran non-operasional, sementara tuduhan itu ditinjau," demikian pernyataan FBI kepada Fox News, Sabtu (13/10/2018).

"Semua karyawan FBI berpegang pada standar perilaku tertinggi, dan tuduhan terhadap karyawan mana pun dianggap sangat serius," lanjut pernyataan itu.

Beberapa sumber mengatakan, sejumlah personel FBI dikirim kembali ke AS ketika Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman menyelidiki dugaan tersebut.

Seorang mantan agen mengatakan kepada Wall Street Journal, FBI memiliki kantor di puluhan kedutaan AS di seluruh dunia. Karyawan biro investigasi yang ditugaskan di pos—yang bekerja untuk memerangi kejahatan dan terorisme—sering membina hubungan dengan pejabat lokal karena minum pada larut malam.

Di beberapa negara Asia, prostitusi legal atau ditoleransi.

Para pejabat yang mengetahui soal dugaan skandal itu menambahkan, para pejabat FBI prihatin dengan isu-isu terkait prostitusi saat mereka berjuang untuk mencegah dinas intelijen asing dari karyawan kedutaan yang berkompromi.


Editor : Nathania Riris Michico