Dituduh Curi Rahasia Penerbangan AS, Pria Asal China Ditangkap

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 14:27 WIB
Dituduh Curi Rahasia Penerbangan AS, Pria Asal China Ditangkap

Pabrik mesin jet General Electric (GE) Aviation di Cincinnati. (Foto:

WASHINGTON, iNews.id - Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) melancarkan tuduhan spionase terhadap seorang perwira intelijen China. Pria bernama Yanjun Xu dicurigai mencoba mencuri rahasia dagang dari perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan AS.

Tapi Xu akhirnya berhasil diringkus di Belgia pada awal tahun ini dan diekstradisi ke AS pada Selasa lalu.

Akan tetapi, China menolak dugaan spionase yang ditujukan ke pejabatnya. Sebab tak ada dasar yang kuat membuktikan tudingan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China bahkan berharap AS akan melindungi hak-hak hukum warganya.

"Aksi spionase ini merupakan bagian dari kebijakan untuk mengembangkan perekonomian China atas pengenaan bea yang diberlakukan AS," kata seorang pejabat senior di Kementerian Kehakiman AS, saat merespon kasus tersebut.

"Kami tidak bisa mentoleransi bangsa yang mencuri senjata kami dan hasil dari kerja keras kami," kata Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional, John Demers.

Sementara itu, menurut Jaksa Penuntut AS, Xu merupakan seorang perwira senior di Kementerian Keamanan China. Dia bertanggung jawab atas kontra-intelijen, intelijen asing, dan keamanan politik.

Xu juga diketahui ditahan di Belgia pada 1 April lalu atas permintaan AS dan kemudian didakwa atas empat tuduhan, yakni berkonspirasi melakukan spionase ekonomi dan mencoba mencuri rahasia dagang.

Dakwaan itu pun dibuka pada Rabu (17/10/2018) setelah terduga berhasil diekstradisi.

Pada 2013 lalu, jaksa juga pernah mendakwa Xu menargetkan perusahaan penerbangan terkemuka untuk mendapatkan informasi teknis yang sangat sensitif.

Xu disebut mengundang rekannya untuk berkunjung ke China dengan alasan "pertukaran gagasan" atau dengan kedok memberikan presentasi di sebuah universitas.

Namun, target operasi dari Xu disinyalir adalah perusahaan raksasa mesin pesawat yang berbasis di Ohio, General Electric (GE) Aviation.

Atas kasus konspirasi dan upaya spionase ini, Xu terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. Sementara untuk konspirasi melakukan pencurian rahasia dagang ancaman hukumannya 10 tahun.

Tudingan ini sendiri mencuat di saat ketegangan tengah bergejolak antara AS dan China.
Kedua negara ini terlibat dalam perang dagang dan Presiden Donald Trump menuduh China mencoba ikut campur dalam pilpres AS yang akan datang.

"China mengarahkan para birokrat dan pebisnisnya untuk mendapatkan kekayaan intelektual yang dimiliki Amerika dengan cara apapun yang dibutuhkan," kata Wakil Presiden AS Mike Pence, dalam pidato pekan lalu.


Editor : Nathania Riris Michico