Hakim Izinkan Setya Novanto Berobat ke RSPAD

Richard Andika Sasamu ยท Kamis, 28 Desember 2017 - 13:51:00 WIB
Hakim Izinkan Setya Novanto Berobat ke RSPAD
Majelis hakim mengabulkan permohonan Setya Novanto untuk berobat ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. (Foto: Koran Sindo/Dok)

JAKARTA, iNews.id – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengabulkan permintaan Setya Novanto untuk menjalani pengobatan. Setnov diperkenankan untuk berobat ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

"Permohonan saudara cek kesehatan di hari Jumat besok dikabulkan majelis hakim," ujar hakim ketua Yanto dalam sidang pembacaan tanggapan atas eksepsi Setnov di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mempermasalahkan permohonan tersebut. Mereka juga tak keberatan dengan rencana mantan ketua umum Partai Golkar itu untuk mengecek kesehatannya di rumah sakit.

Setelah mengabulkan permintaan tersebut, hakim lantas menutup sidang perkara dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri tahun anggaran 2011-2012 itu. Sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan Kamis depan, 4 Januari 2018, dengan agenda pembacaan putusan sela.

Setelah sidang ditutup, Setya Novanto berdiri menghampiri tim penasihat hukumnya dan berbincang pelan. Mantan ketua DPR itu juga tampak menyapa istrinya, Deisti Astriani Tagor. Saat meninggalkan ruang sidang melalui pintu samping, Novanto pun sempat melambaikan tangan dan tersenyum ke arah wartawan. Menyusul melalui pintu yang sama, Deisti dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Pengacara Novanto, Firman Wijaya berterimakasih pada hakim atas izin yang diberikan. Menurut dia, pemeriksaan dibutuhkan karena rekam medis kliennya sangat penting.

"Kami ucapkan terima kasih kepada majelis hakim karena mempertimbangkan beliau (Setya Novanto) untuk berobat. Karena itu kami sampaikan bahwa Pak Novanto memang punya gangguan di jantung dan gula. Semoga ini menjadi pertimbangan izin kesehatan beliau selanjutnya," kata Firman.


Seperti diketahui, Setnov pernah mengeluhkan sakit di dadanya dan mengalami diare saat sidang perdana dua pekan lalu. Hakim bahkan sempat menghentikan sementara (skors) sidang hingga dua kali karena Novanto tertunduk lesu dan tak merespons pertanyaan majelis hakim.

Tadi pagi, sidang digelar untuk mendengarkan tanggapan jaksa KPK atas eksepsi yang telah dilayangkan Novanto. Jaksa menampik argumen Novanto yang menyebutkan majelis hakim mestinya tak melanjutkan sidang ini sebagaimana pernah dilakukan hakim Cepi Iskandar dalam sidang praperadilan.

Menurut jaksa KPK, Setnov masih mengalami deja vu euforia saat menang praperadilan jilid I. "Penuntut umum tidak sependapat, karena itu tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan dan hukum yang benar. Dalil-dalil yang diajukan telah usang, namun tetap dibawa ke sana ke mari, termasuk dalam forum sidang yang mulia ini," ujar jaksa Ahmad Burhanuddin.

Menurut dia, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2015 yang mengatur praperadilan menegaskan bahwa pengugguran status tersangka tidak menghalangi penegak hukum kembali menetapkan tersangka. Hal tersebut juga sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi.

Karena itu dia menegaskan, JPU berkeyakinan semua proses hukum yang dilakukan terhadap Setya Novanto sudah sesuai peraturan perundang-undangan. Hal itu dapat dilihat dari penetapan tersangka hingga penyusunan surat dakwaan.

"Penyidik telah melakukan penyidikan dengan cara-cara sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dilakukan dengan sah, sehingga segala hasilnya adalah sah menurut hukum," kata dia.

Editor : Zen Teguh