Insiden Pesawat Soyuz, Pengiriman Awak ke Stasiun Luar Angkasa Disetop

Anton Suhartono ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 10:36 WIB
Insiden Pesawat Soyuz, Pengiriman Awak ke Stasiun Luar Angkasa Disetop

Peluncuran pesawat luar angkasa Soyuz MS-10 dari Kazakhstan (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Pesawat luar angkasa Soyuz MS-10 milik Rusia gagal mengirim dua astronot dan kosmonot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat kerusakan pada roket pendorong, Kamis (11/10/2018). Pesawat diluncurkan dari fasilitas di Kazakhstan.

Baca Juga: Mesin Pesawat Luar Angkasa Soyuz Rusak saat Meluncur, 2 Kru Selamat

Beruntung, astronot Nick Hague dari badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA dan kosmonot Aleksey Ovchinin dari badan antariksa Rusia Roscosmos selamat setelah keluar menggunakan kapsul. Mereka mendarat darurat masih di wilayah Kazakhstan.

Pascainsiden ini, Roscosmos mengumumkan tak akan meluncurkan roket-roketnnya sampai pemeriksaan terkait kerusakan Soyuz terungkap.

Baca Juga: Pesawat Luar Angkasa Soyuz Rusak di Udara, Rusia Gelar Penyelidikan

Artinya, pengiriman manusia ke ISS akan dihentikan sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Pasalnya, sejak 2011 sampai saat ini hanya Rusia yang meluncurkan pesawat luar angkasa untuk mengirim kru dari berbagai negara ke ISS.

Seharusnya, misi pengiriman berikutnya akan dilakukan pada 20 Desember 2018. Ada tiga orang yang akan berangkat. Namun dengan keputusan ini, rencana peluncuran tersebut kemungkinan besar dibatalkan.

"Apakah itu dua atau enam bulan, saya tidak bisa berspekulasi," kata Manager Operasi Integrasi ISS, Kenny Tod, dikutip dari AFP, Jumat (12/10/2018).

Erik Seedhouse, asisten profesor Embry-Riddle Aeronautical University, mengatakan penyelidikan bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Menurut dia, masalah yang sama pernah terjadi dengan pesawat lain pada 2015. Pesawat tak berawak itu sedianya mengirim barang-barang keperluan untuk kru di ISS, namun gagal mencapai tujuan karena kerusakan roket.

Namun, masalah yang terjadi kemarin melibatkan pesawat berawak, sehingga penyelidikannya akan lebih rumit.

Sementara itu, Badan Antariksa Eropa menyatakan, insiden ini akan berdampak pada misi di ISS.

Saat ini ada tiga kru berada di ISS, yakni astronot Alexander Gerst asal Jerman, Serene Aunon-Chansellor dari AS, dan kosmonot Srgey Prokopiev dari Rusia. Seharusnya mereka kembali ke Bumi pada Desember mendatang. Akibat insiden ini, kemungkinan mereka harus menetap lebih lama.

Masalahnya, tenaga baterai pesawat yang akan membawa tiga orang itu kembali ke Bumi sudah habis sejak 200 hari pemakaian. Pesawat itu sudah berada di ISS sejak Juni lalu. Untuk itu mereka butuh pasokan baterai baru. Kemungkinan, paling cepat mereka baru bisa kembali ke Bumi pada Januari 2019.

Sementara itu soal makanan, persediaan bagi mereka cukup untuk beberapa bulan. Logistik untuk ISS selalu dipasok secara teratur menggunakan pesawat luar angkasa tak berawak milik Jepang dan AS.


Editor : Anton Suhartono