KPK Beberkan Kronologi Pelarian Eks Petinggi Lippo Group Eddy Sindoro

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 17:14 WIB
KPK Beberkan Kronologi Pelarian Eks Petinggi Lippo Group Eddy Sindoro

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang memberikan keterangan pers terkait kasus hukum yang menjerat Eddy Sindoro, Jakarta, Jumat (12/10/2018). (Foto: iNews.id/ Irfan Maruf).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan kronologi kasus yang melibatkan tersangka mantan Presiden Komisaris Lippo Group, Eddy Sindoro. Kronologi ini disampaikan setelah Eddy Sindoro menyerahkan diri sejak menjadi buronan KPK.

Berikut Kronologi kasus hukum yang melibatkan Eddy Sindoro hingga akhir dari pelariannya di sejumlah negara:

- 20 April 2016 KPK menangkap tangan, yaitu DAS (swasta) dan ES (Panitera atau Sekretaris pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat) di Jakarta. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

- Mei 2016 KPK dua kali memanggil tersangka Eddy Sindoro sebagai saksi, namun Eddy tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

- November 2016 KPK menetapkan Eddy sebagai tersangka.

- November 2016 KPK memanggil Eddy, untuk diperiksa sebagai tersangka. Dia kembali tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

- November 2017 Eddy diduga mencoba memperpanjang paspor Indonesia di Myanmar.

- Sejak akhir 2016-2018, Eddy berpindah-pindah di sejumlah negara, di antaranya Bangkok, Malaysia, Singapura dan Myanmar.

- Agustus 2018 KPK meminta untuk penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Eddy.

- 29 Agustus 2018 Eddy dideportasi untuk dipulangkan ke Indonesia. Setelah sampai di Bandara Soekarno Hatta, Eddy kembali terbang ke Bangkok, Thailand diduga tanpa melalui proses imigrasi.

- 12 Oktober 2018 pagi hari waktu Singapura, Eddy menyerahkan diri pada KPK melalui atase Kepolisian Republik Indonesia di Singapura. Kemudian pukul 12.20 waktu Singapura, Eddy dibawa ke Indonesia. Selanjutnya pukul 14.30 WIB, Eddy  tiba di Gedung KPK dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan.

BACA JUGA: Usai Serahkan Diri ke KPK, Eddy Diminta Kooperatif Jalani Proses Hukum

"Sebelumnya KPK ingin menyampaikan terima kasih kepada pihak terkait yang telah membantu proses pengembalian salah satu DPO KPK, yaitu tersangka Eddy Sindoro ke Indonesia untuk proses hukum lebih lanjut," ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi persnya di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Eddy diduga telah memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait dengan pengurusan perkara di PN Jakpus dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.


Editor : Kurnia Illahi