Kunjungi Palu, Sekjen PBB Guterres Pastikan Komitmen pada Korban Gempa

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:20 WIB
Kunjungi Palu, Sekjen PBB Guterres Pastikan Komitmen pada Korban Gempa

Sekjen PBB Antonio Guterres terdiam beberapa kali saat meninjau daerah terparah terdampak gempa bumi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: AP)

PALU, iNews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk kedua kalinya datang ke Palu, Jumat (12/10), pasca gempa berkekuatan 7,4 SR dan tsunami yang meluluhlantakkan sebagian Sulawesi Tengah (Sulteng), akhir September lalu.

Kali ini dia tidak sendiri. Kalla ditemani Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva melihat langsung dampak gempa di salah satu lokasi terburuk, yaitu di pemukiman Balaroa di Palu Barat.

Lebih dari 770 rumah amblas ke dalam tanah akibat likuifaksi. Mereka juga datang ke Pantai Talise yang tersapu tsunami.

Sebelum datang ke Balaroa, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Willem Rampangilei menjelaskan wilayah yang terdampak gempa dan upaya yang telah dilakukan pasca gempa. Willem mengatakan penanganan darurat hingga kini masih berlangsung dan pemerintah Provinsi Sulteng memperpanjang status tanggap darurat hingga 26 Oktober.

Baca juga: Wapres JK Bertolak ke Palu Sambut Sekjen PBB Guterres

Selain datang ke Balaroa, rombongan Wapres Jusuf Kalla juga mengunjungi RSU Anutapura, yang kini terpaksa merawat pasien-pasien di halaman rumah sakit karena sebagian gedung mengalami keretakan dan tidak aman dihuni.

Lokasi pengungsian di Lapangan Vatulemo, yang terletak di depan kantor walikota Palu, adalah lokasi terakhir yang dikunjungi.

Kalla mengatakan, pemerintah menetapkan target dua bulan untuk mendirikan hunian sementara bagi warga yang terdampak gempa agar kondisi mereka berangsur pulih.

“Akan dibangun segera. Paling lambat dua bulan semua yang di tenda-tenda sudah dipindahkan ke hunian sementara,” ujar Kalla kepada wartawan.

Soal lokasi hunian sementara itu akan diputuskan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Walikota Palu Hidayat.

Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres, yang sebelum datang ke Palu sempat menghadiri forum “Panel Antar-Negara Terkait Perubahan Iklim” IPCC di Bali, mengatakan akan selalu bersama masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulteng.

“Mustahil kita tidak merasa sedih ketika melihat kehancuran sebagaimana yang kita saksikan ini. Tetapi ini saat untuk menunjukkan dan saya ingin melakukannya atas nama PBB, dan saya yakin seluruh masyarakat internasional, solidaritas penuh kepada warga Sulawesi dan rakyat Indonesia, dan kekaguman yang sangat besar atas ketahanan yang ditunjukkan warga yang terdampak gempa ini. Keberanian dan semangat solidaritas mereka sungguh luar biasa,” demikian pernyataan Guterres di Balaroa, yang dikeluarkan oleh markas besar PBB di New York.

Lebih jauh, pemimpin PBB itu memberikan penghargaan atas respon yang sangat cepat dan efektif yang dilakukan pemerintah Indonesia. Dia mengatakan sudah mengirim sejumlah orang ke lapangan tetapi menilai Indonesia yang harus memimpin, dan masyarakat internasional bersifat mendukung.

“Itu alasan kehadiran kami dan komitmen pada warga Sulawesi, kepada rakyat Indonesia dan kekaguman kami yang luar biasa atas apa yang telah dilakukan,” tambahnya.

Pernyataan yang kurang lebih sama disampaikannya dua kali melalui Twitter.

Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Sulteng pada 28 September lalu menewaskan sedikitnya 2.090 orang. Lebih dari 10.679 luka-luka dan 87.000 warga terpaksa mengungsi di ratusan lokasi.


Editor : Nathania Riris Michico