Nilai Tukar Lira Anjlok, Turis Asing Banjiri Toko-Toko Mewah di Turki

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 14 Agustus 2018 - 14:19 WIB
Nilai Tukar Lira Anjlok, Turis Asing Banjiri Toko-Toko Mewah di Turki

Para turis mengantri untuk berbelanja di toko barang mewah Louis Vuitton di Turki. (Foto: Reuters)

ANKARA, iNews.id - Para pelancong asing yang berada di Turki ramai-ramai mengunjungi sejumlah toko yang menjual barang-barang mewah, setelah nilai tukar mata uang negera itu jatuh ke titik terendah.

Dilaporkan ABC News, Selasa (14/8/2018), para turis yang kebanyakan dari negara-negara Arab tampak ikut mengantri di luar toko Chanel dan Louis Vuitton di kawasan mewah Istanbul, Nisantasi.

Baca Juga: Dolar AS Terus Reli di Tengah Krisis Keuangan Turki

Hal itu terjadi lantaran mata uang asing yang mereka miliki menjadi lebih berharga setelah nilai tukar Lira turun 18 persen pada Jumat (10/8/2018) pekan lalu.

Para turis mengantri di depan toko barang mewah, Loius Vuitton. (Foto: ABC News)

"Kami membeli pakaian, kami membeli make up, kami membeli merek-merek ternama," kata Fatima Ali, turis asal Kuwait yang mengunjungi Istanbul bersama dua anak perempuannya.

Baca Juga: Picu Krisis Keuangan, Ini Penyebab Anjloknya Lira Turki

"Harga menjadi murah sekali," ujar dia.

Sama seperti pembelanja lain, Ali membawa koper besar untuk memuat belanjaanya. Dia berada di luar sebuah toko kosmetik sambil membawa tiga koper.

Nilai tukar lira turun sebesar 40 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah kekhawatiran mengenai kebijakan ekonomi yang dijalankan Presiden Tayyip Erdogan dan seruannya agar suku bunga diturunkan.

Baca Juga: Erdogan Sebut Ada Skenario Politik di Balik Anjloknya Lira

Tak hanya itu, memburuknya hubungan Turki dengan AS turut memengaruhi jatuhnya lira.

Para turis ramai-ramai berbelanja di tempat elite di Turki, menyusul jatuhnya nilai tukar mata uang lira. (Foto: ABC News)

Erdogan mendesak warga Turki untuk menyambut kedatangan para turis dengan baik, karena mereka membawa dolar yang diperlukan negara.

"Anda sudah ramah, namun tetap lanjutkan dan lebih ramah lagi. Karena ketika mereka mengeluarkan dolar, mereka akan memberikanya kepada Anda," ujar Erdogan.

Baca Juga: Dolar AS Makin Perkasa di Tengah Krisis yang Melanda Turki

Menggambarkan penurunan nilai tukar lira sebagai persekongkolan, Erdogan berulang kali menyerukan kepada warga Turki untuk menjual dolar mereka guna membantu mata uang lokal.

Seorang karyawan di toko pakaian mewah mengatakan, jumlah turis yang datang berbelanja sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari musim liburan karena menurunnya nilai tukar lira.

Presiden Erdogan meminta warganya ramah kepada para turis yang berbelanja. (Foto: ABC News)

Seorang turis dari Mesir mengaku bisa menghemat 1.000 dolar AS atau sekitar Rp 15 juta jika berbelanja di Turki, dibandingkan dengan membeli barang yang sama di negerinya.

Baca Juga: Bela Turki, Menlu Iran Sebut AS Kencanduan Mem-bully Negara Lain

"Kami berharap mata uang Turki, untuk kesejahteraan warga Turki, akan membaik," kata seorang turis lainya, Khalid AL Fahad.

"Namun dalam waktu bersamaan, kami berharap sebagai turis, nilai lira akan tetap seperti sekarang ini."

Pada Senin (13/8/2018), Erdogan kembali menyatakan turunnya nilai tukar lira tidak berkaitan dengan alasan ekonomi. Dia menuding AS menusuk dari belakang karena menjatuhkan sanksi ekonomi terkait penahanan pastor Andrew Brunson di Turki.

Baca Juga: Presiden Erdogan: AS Menusuk dari Belakang

Turki, kata dia, menjadi sasaran perang ekonomi.

"Perkembangan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan Turki sedang dikepung. Jelas sekali serangan ini akan terus berlansung selama beberapa waktu," kata dia.

Erdogan berharap nilai tukar akan kembali ke tingkat rasional dan menyiapkan rencana untuk menanggulanginya.

Baca Juga: Presiden Erdogan ke AS: Tidak Tahu Malu!


Editor : Nathania Riris Michico