PBB: Kekerasan terhadap Muslim Rohingya Pelanggaran HAM Berat

Anton Suhartono ยท Jumat, 27 Oktober 2017 - 19:36 WIB
PBB: Kekerasan terhadap Muslim Rohingya Pelanggaran HAM Berat

Penyelidik HAM PBB sebut ada pelanggaran HAM berat terhadap warga Muslim Rohingya (Foto: Reuters)

JENEWA, iNews.id – Para pengungsi Muslim Rohingya yang berada di Bangladesh mengungkapkan kepada tim penyelidik hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai bagaimana kekejamanan militer Myanmar. Mereka mengalami penyiksaan, pemerkosaan, serta kehilangan rumah karena dibakar.

"Kami mendengar banyak pengakuan dari pengungsi dari berbagai perkampungan di sebelah utara Negara Bagian Rakhine. Mereka mengungkap adanya pola metode tindakan yang konsisten yang mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia berat dan berdampak pada ratusan ribu orang," jelas kepala tim penyelidik HAM PBB, Marzuki Darusman, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/10/2017).

Mantan Jaksa Agung Republik Indonesia itu menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah korban meninggal akibat kekerasan militer Myanmar yang berlangsung sejak 25 Agustus 2017. Namun Marzuki mengungkap jumlahnya mungkin akan sangat besar.

Ini merupakan misi penyelidikan Komisi HAM PBB tahap pertama terkait kekerasan yang menimpa etnis Rohingya.

Sementara itu, Myanmar mulai melunak soal pemberian bantuan untuk warga Rohingya yang masih bertahan di utara Rakhine. Pemerintah sudah memberikan lampu hijau kepada PBB, dalam hal ini World Food Programme (WFP), untuk mengakses secara langsung kawasan utara Rakhine.

Kesepakatan ini dicapai setelah muncul laporan UNICEF yang menyebut banyak anak-anak Muslim Rohingya yang mengungsi di Bangladesh terancam meninggal dunia karena kekurangan gizi. Mereka meninggalkan Rakhine dalam kondisi lapar dan menyantap makanan apa adanya.

WFP sebelumnya sudah mengirim bantuan makanan terhadap 110 ribu orang di Rakhine, lalu dilanjutkan 140 ribu makanan di pusat Rakhine. Bantuan itu bukan hanya untuk Muslim Rohingya, tapi juga komunitas Budha.


Editor : Zen Teguh