Diskusi Gerkindo

Perindo Tegaskan Tak Ada Mahar Politik di Pencalonan Pilkada

Annisa Ramadhani ยท Sabtu, 03 Maret 2018 - 19:04 WIB
Perindo Tegaskan Tak Ada Mahar Politik di Pencalonan Pilkada

Diskusi membahas politik bersih tanpa mahar yang diselenggarakan Gerkindo di Jakarta, Sabtu (3/3/2018). (Foto: iNews.id/Annisa Ramadhani Siregar).

JAKARTA, iNews.id – Partai Perindo berkomitmen mewujudkan politik yang bersih dan berintegritas di Indonesia. Untuk itu Perindo menjauhi cara-cara transaksional yang biasanya hanya untuk mengejar kepentingan tertentu.

Sekjen Perindo Ahmad Rofiq menegaskan, Perindo tidak pernah menerapkan pemungutan mahar politik dalam sistem kaderisasi partai. Tidak hanya diberlakukan kepada semua calon kader, tetapi juga pada pencalonan anggota legislatif dan dukungan di pilkada.

"Perindo tidak ada mahar, tidak memungut biaya apapun. Justru Perindo memaksimalkan apa yang dimiliki setiap pengurus partai untuk dapat berbuat maksimal," ujar Rofiq dalam diskusi publik yang diselenggarakan Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Sabtu (3/3/2018). Diskusi bertema "Menciptakan Politik Bersih Tanpa Mahar untuk Indonesia Sejahtera".

BACA JUGA: Kader Perindo Diminta Maksimal Menangkan Partai

Menurut Rofiq, kondisi demokrasi di Indonesia saat in sangat memprihatinkan. Apalagi akhir-akhir ini mencuat isu parpol yang meminta mahar politik untuk para calon anggota legislatif (caleg) dan calon yang akan didukung dalam kontestasi pilkada.

Menurutnya, salah satu cara menangani praktik demikian adalah penegakan hukum yang adil. Harus ada tindakan tegas agar praktik mahar politik yang dapat mengancam demokrasi bersih dan transparan itu berakhir.

Menurut Rofiq, mahar politik sangat berbahaya. Dalam kontestasi pilkada, calon yang menang sangat mungkin nantinya mencari cara agar ongkos politik itu kembali. Umumnya, mereka menggunakan tindakan melanggar hukum, yakni korupsi atau suap.

“KPK dan polisi harus saling membantu untuk tegas selama belum ada hukuman yang menberikan jera kepada pelaku, korupsi tidak akan pernah terhapuskan,” jelasnya.

Rofiq juga menekankan agar semua pihak tidak menyerah dalam memberantas korupsi. Termasuk partai politik yang punya peran strategis dalam mencegah. "Jika parpol menutup pintu terkait mahar politik, maka parpol berkontribusi untuk menutup pintu korupsi. Parpol lah yang menentukan hijau biru nya nasib politik," kata dia.

Khusus Perindo, partai bentukan Hary Tanoesoedibjo (HT) ini tidak akan memberikan toleransi sedikitpun terhadap korupsi. Perindo pun menerapkan aturan khusus. ”Jadi siapapun kader atau caleg Partai Perindo yang punya masalah hukum, korupsi, kami sanksi, tidak ada toleransi," tegas dia.

 


Editor : Zen Teguh