Rusia Tahan Para Anggota Saksi Yehuwa dengan Tuduhan Ekstremisme

Nathania Riris Michico · Sabtu, 13 Oktober 2018 - 12:57 WIB
Rusia Tahan Para Anggota Saksi Yehuwa dengan Tuduhan Ekstremisme

Anggota Saksi Yehuwa. (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Lima anggota sekte Saksi Yehuwa ditahan di Rusia dengan tuduhan ekstremisme dan pemilikan senjata. Kelompok Saksi Yehuwa dibubarkan paksa di Rusia pada 2017, setelah sebelumnya diawasi sangat ketat.

Berbagai kelompok hak asasi manusia (HAM) menuduh pemerintah melancarkan berbagai tindak kekerasan terhadap para anggota Saksi Yehuwa.

Tahun lalu, Rusia memasukkan mereka dalam daftar organisasi ekstremis, yang secara efektif mengkriminalisasi kegiatan keagamaan mereka.

Saat penetapan pembubaran itu, kementerian kehakiman beralasan kelompok itu membagikan pamflet-pamflet hasutan kebencian terhadap kelompok lain, dan Mahkamah Agung kemudian mengukuhkan larangan itu.

Pada Rabu (10/10/2018), kepolisian setempat mengatakan lima anggota Saksi Yehuwa, penduduk Kirov, timur laut Moskow, ditahan.

Mereka dituduh mengumpulkan dana lebih dari sekitar Rp110 juta dan mengorganisir acara-acara keagamaan.

Petugas menyebut, saat penggeledahan ditemukan sejumlah besar 'bacaan ekstremis', dua granat tangan, dan sebuah ranjau darat.

"Mereka melangsungkan berbagai pertemuan dan membujuk orang lain untuk bergabung dengan organisasi mereka," kata juru bicara polisi ​​regional, Yevgenia Vorozhtsova, kepada kantor berita AFP, Sabtu (13/10/2018).

Seorang anggota Asosiasi Saksi-Saksi Yehuwa Eropa, Yaroslav Sivulskiy, mengatakan ini pertama kalinya para anggota kelompok itu dituduh memiliki senjata.

Saat ini diperkirakan ada delapan juta orang di seluruh dunia yang menjadi angota dan pemeluk sekte Saksi Yehuwa.

Awalnya didirikan di AS pada abad ke-19, mereka dikenal terutama dari tindakan mereka yang mendatangi rumah-rumah untuk mencari anggota baru.

Disebutkan, pada 2017 mereka memiliki 395 kelompok di Rusia dengan sekitar 175.000 anggota. Puluhan orang dilaporkan ditahan dalam beberapa bulan terakhir.

Pemerintah Finlandia menyatakan ratusan Saksi Yehuwa mengajukan permohonan suaka di sana sejak Rusia makin intensif melakukan tindakan keras.

Mayoritas penduduk Rusia mengidentifikasi diri sebagai Kristen Ortodoks Rusia.

Dalam laporan 2018, Komisi AS tentang Kebebasan Beragama Internasional menetapkan Rusia sebagai salah satu negara terburuk di dunia untuk kebebasan beragama.


Editor : Nathania Riris Michico