Saudi: Tuduhan Pembunuhan Jurnalis Khashoggi Bohong dan Tak Berdasar

Anton Suhartono ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 08:23 WIB
Saudi: Tuduhan Pembunuhan Jurnalis Khashoggi Bohong dan Tak Berdasar

Jurnalis Jamal Khashoggi, kontributor The Washington Post. (Foto: AFP)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

RIYADH, iNews.id - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bereaksi atas tuduhan sebagai penyebab hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Khashoggi hilang sejak berkunjung ke kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu. Dia hendak mengambil dokumen terkait rencana pernikahannya dengan seorang perempuan Turki.

Menteri Dalam Negeri Saudi Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef bin Abdul Aziz, seperti dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Jumat (12/10/2018), mengutuk tuduhan tersebut. Dia menegaskan tuduhan itu palsu dan bentuk serangan terhadap pemerintah Saudi.

Abdulaziz menegaskan, kabar yang beredar bahwa Saudi mengeluarkan perintah untuk membunuh Khashoggi merupakan kebohongan dan tuduhan tak berdasar. Kerajaan, lanjut dia, menjunjung tinggi norma dan tradisi dan sesuai dengan hukum dan konvensi internasional.

Dia juga memuji kerja sama dengan Turki melalui Komite Investigasi Gabungan dan saluran resmi lain. Selain itu, Abdulaziz juga menekankan pentingnya peran media dalam transfer fakta dan tidak memengaruhi penyelidikan dan proses peradilan.

Tuduhan bahwa Khashoggi dibunuh datang dari pejabat Turki dengan merujuk pada rekaman audio dan video di kantor konsulat. "Rekaman suara dari dalam kedutaan memaparkan apa yang terjadi pada Jamal setelah dia masuk," kata sumber yang tak disebutkan identitasnya, seperti dilaporkan The Washington Post.

Di sisi lain pemerintah Turki dan Saudi masih menyelidiki kasus ini. Amerika Serikat dilaporkan turut membantu penyelidikan.

Khashoggi merupakan kontributor The Washington Post yang menetap di Virginia, AS, sejak setahun lalu. Dia dilaporkan sudah mengajukan kewarganegaraan AS.


Editor : Donald Karouw