3 Penyebab Kampas Kopling Motor Cepat Aus

Riyandy Aristyo ยท Jumat, 09 November 2018 - 07:15 WIB
3 Penyebab Kampas Kopling Motor Cepat Aus

Ada tiga masalah simpel yang berpengaruh pada usia pakai kopling sepeda motor, yakni setelan kopling, cara menekan kopling, dan wilayah operasional. (Foto: Popular Mechanics)

JAKARTA, iNews.id - Kampas kopling sepeda motor adalah part yang bersifat slow moving. Artinya, komponen ini penggantiannya dalam waktu lama.

Lantas, bagaimana bila kampas kopling cepat aus? Apa yang keliru?

Mekanik bengkel motor Beji's Motor, Haeva Caesa mengatakan, penyebab kopling cepat aus terkadang karena hal sepele. Salah satunya cara mengendara.

"Ada tiga masalah simpel yang berpengaruh pada usia pakai kopling sepeda motor, yakni setelan kopling, cara menekan kopling, dan wilayah operasional," ujar Haeva, saat berbincang ringan dengan iNews.id, baru-baru ini.

Dia menerangkan mengenai setelan, para pengguna sepeda motor jenis transmisi manual, perlu melakukan pengecekan secara rutin dan tidak mengubah setelannya dengan maksud tertentu. Misalnya, pengaturan pada jarak main kopling.

"Setelan kopling harus diperhatikan walaupun misalnya bukan untuk touring, harian juga harus diperhatikan. Kalau terlalu dekat, misal jaraknya, kan secara tidak langsung jari kita tak sadar suka nempel di handel. Kalau ketarik berarti gesekan terus, lama-lama aus," katanya.

Penyebab sepele kedua adalah kebiasaan jari untuk menekan kopling saat lampu merah. Anggapannya, lampu merah cuma sebentar, jadi pengendara bisa lekas masuk gigi dan tancap gas.

"Biasanya orang kalau di lampu merah pada narik kopling terus, itu yang salah. Harusnya dinetralin saja. Itu kan belum tentu sepenuhnya nge-lock, jangan-jangan ada gesekan. Itu juga yang bikin kampas kopling cepat habis," ujar Haeva.

Faktor ketiga, untuk penggunaan di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, kampas kopling akan lebih cepat habis. Kepadatan lalu lintas berpengaruh pada pada seringnya pemakaian kopling.

"Ini adalah hal yang biasa. Makanya, penggantian oli kopling kalau biasanya 2.500 km, gantilah jadi 1.500 km sekali. Soalnya kan bukan berdasarkan km, sementara mesin berputar terus," kata Haeva.


Editor : Dani Dahwilani