Begini Akibatnya Bila Mengaktifkan Rem Tangan Terlalu Lama

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 19 Juni 2019 - 07:15 WIB
Begini Akibatnya Bila Mengaktifkan Rem Tangan Terlalu Lama

Rem tangan yang diaktifkan terlalu lama berisiko terjadi kerusakan, seperti lepasnya kampas rem dari pelat atau besi penyangga. (Foto: Universal Science Compendium)

JAKARTA, iNews.id - Keberadaan rem tangan (hand brake) atau rem parkir sejatinya sangat membantu pengemudi agar kendaraan tidak bergerak saat parkir, terutama di jalanan menanjak atau menurun. Tapi, ternyata terlalu lama mengaktifkan rem tangan bisa menimbulkan masalah.

Instruktur keselamatan berkendara SDCI, Sony Susmana menjelaskan, rem tangan yang diaktifkan terlalu lama berisiko terjadi kerusakan, seperti lepasnya kampas rem dari pelat atau besi penyangga.

"Masalah kampas rem lepas biasanya sangat rentan menyerang ban belakang yang menggunakan jenis tromol. Karena rem tromol punya bidang kontak yang lebih panjang dibandingkan rem cakram," ujarnya, saat dihubungi iNews.id, baru-baru ini.

Sony menerangkan, ketika rem tangan aktif, kampas rem akan terus menempel dengan tromol atau piringan cakram. Kemudian kampas rem menjadi lengket dan akhirnya sulit dilepaskan.

"Risiko akan semakin tinggi jika pengendara mengaktifkan rem tangan dalam waktu lama dengan kondisi masih basah. Jika dipaksa melaju, kampas rem bisa lepas dan sangat berbahaya jika kendaraan sedang dikendarai," katanya.

Salah satu cara agar mobil tidak bergerak saat terparkir, kata Sony, gunakan balok atau tire stopper saat kendaraan ditinggal lama.

"Memang kasus melekatnya kampas rem ke tromol akan terjadi setelah pemakaian berulang-ulang. Namun, lebih baik mencegahnya agar tidak keluar biaya lebih ke bengkel," ujarnya.


Editor : Dani Dahwilani