Dampak Mengisi Oli Melebihi atau Kurang dari Takaran, Kendaraan Bisa Turun Mesin

Riyandy Aristyo · Selasa, 05 November 2019 - 18:27 WIB
Dampak Mengisi Oli Melebihi atau Kurang dari Takaran, Kendaraan Bisa Turun Mesin

Banyak pemilik kendaraan yang tidak memperhatikan volume oli mesin, bagaimana bila melebihi atau kurang dari takaran yang ditentukan? (Foto: iNews.id)

DEPOK, iNews.id - Pelumas atau oli punya peranan vital bagi mesin kendaraan. Tapi, banyak pemilik kendaraan yang tidak memperhatikan volume oli mesin.

Pemilik bengkel Beji's Motor Depok, Anjas Marbun mengatakan, secara aturan penggunaan oli tidak boleh lebih dan kurang dari batas yang sudah ditentukan masing-masing pabrikan.

"Penyebab volume oli berlebih bisa menggenangi poros engkol. Nanti, oli tidak bisa melumasi komponen mesin dengan baik dan menyebabkan gesekan mesin menjadi kasar," ujarnya, saat ditemui iNews.id, Selasa (5/11/2019).

Menurut Anjas, poros engkol seharusnya tidak terendam oleh oli mesin agar gerakannya terbebas dari hambatan zat cair. Namun, jika poros engkol terendam (oli) pergerakkan piston akan lebih berat.

"Jika ini terjadi, ada dua kemungkinan terjadi masalah, yakni RPM mesin tidak akan maksimal serta konsumsi bahan bakar jadi lebih boros," kata Anjas.

Sementara efek buruk yang terjadi jika mesin kekurangan oli, risikonya akan mudah panas. Sistem pelumas pada material atau komponen di dalam mesin menjadi tidak maksimal hingga menimbulkan keausan yang berakibat fatal.

"Komponen penting yang ada di mesin seperti silinder, blok, dan ring piston jadi lebih cepat aus dan baret. Kalau cepat aus itu umur pemakaiannya jadi lebih pendek," katanya.

Tak hanya itu, hal tersebut juga bisa membuat kompresi jadi lemah dan kinerja mesin dijamin bakal menurun. Dampak fatal dari kekurangan oli adalah kendaraan bisa turun mesin.

Editor : Dani Dahwilani