Pemerintah Genjot Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 21:19 WIB
Pemerintah Genjot Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya investasi di sektor industri pengembangan baterai kendaraan listrik. (Foto: Gelis)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya investasi di sektor industri pengembangan baterai kendaraan listrik. Ini dilakukan agar Indonesia menjadi salah satu pemain dalam produksi kendaraan ramah lingkungan.

"Teknologi baterai untuk kendaraan listrik merupakan kunci utama bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama di sektor electric vehicle yang ramah lingkungan," ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (Imatap) Kemenperin, Putu Juli Ardika, dalam keterangan persnya, Rabu (29/7/2020).

Putu menuturkan, Indonesia memiliki ketersediaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan baterai kendaraan listrik. Bahan baku yang jumlahnya mencukupi di Indonesia antara lain nikel dan kobalt.

"Untuk sektor refinery bahan baku baterai kendaraan listrik, kami menerima investasi seperti di Morowali, Sulawesi Tengah oleh PT QMB New Energy Minerals sebesar 700 juta dolar AS dan PT Halmahera Persada Lygend sebesar Rp207,5 miliar," katanya.

Sementara untuk produksi baterai cell lithium ion, terdapat investasi sebesar Rp207,5 miliar yang dikucurkan PT International Chemical Industry. Perusahaan ini akan memproduksi 25 juta buah baterai cell lithium ion yang setara dengan 256 MWh per tahun.

Saat ini, Kemenperin terus menjalin koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, salah satunya dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait pengembangan baterai kendaraan listrik.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah daur ulang baterai lithium ion bekas menjadi bahan baku dalam memproduksi baterai baru. Dari berbagai kajian, baterai lithium ion dapat didaur ulang dan hasilnya 100 persen tidak ada yang terbuang sehingga tidak menghasilkan limbah B3.

"Pada prinsipnya, kemajuan teknologi di sektor otomotif melalui pengembangan baterai kendaraan listrik tetap harus memperhatikan kelestarian lingkungan," ujar Putu.

Editor : Dani Dahwilani