5 Kebiasan Buruk Pengemudi Bikin Mobil Cepat Rusak

Riyandy Aristyo ยท Jumat, 07 Juni 2019 - 07:09 WIB
5 Kebiasan Buruk Pengemudi Bikin Mobil Cepat Rusak

Hilangkan kebiasaan buruk saat mengemudi, sebab awet tidaknya kendaraan tergantung pada bagaimana Anda memperlakukan mobil. (Foto: Z&X Car Rentals)

JAKARTA, iNews.id - Awet tidaknya mobil tergantung pada bagaimana pengemudi memperlakukan kendaraan. Kenyataannya, banyak pemilik mobil yang menganggap sepele dalam mengemudikan kendaraan.

Misalnya, saat menghidupkan dan mematikan mesin sering kali dilakukan tanpa mengikuti aturan mengemudi yang benar. Jika dilakukan secara terus menerus, bukan tak mungkin kendaraan cepat rusak.

"Ada beberapa kebiasaan buruk pengemudi mobil yang sebenarnya sepele, tapi justru bisa bikin mobil cepat rusak," ujar pemilik bengkel Bahana Auto Mobil Depok, Rendy Noor, saat dihubungi iNews.id, beberapa waktu lalu.

Apa saja itu? Rendy mengungkapkan ada lima kebiasaan buruk yang bisa membuat mesin mobil cepat rusak, sebagai berikut:

1. Asal Tancap Gas

Meski ada anggapan mobil modern tak perlu dipanaskan saat pertama kali mesin dinyalakan, ada baiknya tetap mengikuti cara berkendara yang baik. Sebab mesin memerlukan suhu ideal untuk mendapatkan fungsi optimal.

"Ini kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Jika langsung tancap gas setelah menyalakan mesin, bisa menyebabkan keausan pada komponen mesin," katanya.

2. Engine Lugging

Banyak orang yang masih menerapkan engine lugging atau mengemudi dengan kecepatan tinggi di putaran mesin (rpm) rendah. Ini jelas bisa merusak mesin, apalagi kalau mesin turbo.

"Kebiasaan ini biasa dilakukan di saat kondisi jalan macet menuju kampung halaman. Jika tetap dilakukan, artinya memaksa mesin bekerja ekstra. Efeknya, mesin bekerja kurang efisien dan suhu angine mudah panas," ujar Rendy.

3. Kaki di Atas Kopling

Hal ini biasa dilakukan pengendara pemula, kaki diistirahatkan di atas pedal kopling. Padahal ini bisa membuat kopling cepat aus dan kerusakan serius.

"Biaya memperbaiki kopling tidak murah. Beberapa pabrikan mobil premium bahkan memberikan pedal mati terpisah yang digunakan untuk meletakkan kaki saat mengemudi," ujar Rendy.

4. Matikan Mesin Begitu Berhenti

Mesin yang dimatikan begitu saja saat mobil berhenti, bisa cepat rusak. Apalagi jika itu mesin turbo. Biarkan mesin idle sebentar, beberapa menit sebelum mematikannya.

"Pemudik sering jika istirahat di pom bensin atau tempat peristirahatan mobil langsung dimatikan. Padahal, suhu mesin tengah panas-panasnya setelah dibawa berjalan berjam-jam," ujarnya.

5. Jarang Servis Rutin

Mesin perlu perawatan rutin agar performanya tetap optimal. Pabrikan mobil biasanya tak henti mengingatkan soal servis rutin. Meski demikian, ada saja yang melewatkan ritual wajib ini.

"Padahal jika melewatkan servis, bisa saja berdampak ke semua komponen dalam jangka panjang. Nah, usahakan jika sudah pulang dari mudik mobil dicek. Jika kilometer sudah memasuki masa servis, lakukan servis," ujarnya.


Editor : Dani Dahwilani