BMW Akui Masih di Bawah Mercedes-Benz, Ini Faktornya

Riyandy Aristyo ยท Selasa, 21 Mei 2019 - 12:15 WIB
BMW Akui Masih di Bawah Mercedes-Benz, Ini Faktornya

Selain kapasitas produksi dan pembatasan CKD, jumlah varian kendaraan menjadi penyebab penjualan BMW berada di bawah Mercedes-Benz. (Foto: Wonderful Engineering)

JAKARTA, iNews.id - Persaingan mobil mewah antara BMW dan Mercedes-Benz tidak hanya terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS), di Indonesia juga demikian. Keduanya bersaing merebut hati konsumen.

Bicara penjualan, BMW mengakui dalam beberapa tahun terakhir tertinggal rival senegaranya tersebut. Alasannya, kapasitas produksi yang tersedia belum sebesar Mercedes-Benz.

"Kami tahu, kapasitas kami belum sebesar Mercedes-Benz. Jadi, saat ini sedang kita growing, butuh produk, tipe, dan sales marketing serta segala macam. Kita sedang ke arah sana," ujar Vice President of Sales BMW Indonesia, Bayu Riyanto di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dia menuturkan, selain kapasitas produksi, pembatasan Completely Knock Down (CKD) juga dinilai sebagai salah satu penyebab penjualan BMW berada di bawah Mercedes-Benz.

"Ya, CKD juga. Kami lihat memang berapa kapasitas dengan kondisi yang ada. Berapa yang kami tawarkan ke market, hal itu yang saya lihat," katanya.

Dari sisi permintaan, Bayu mengakui model yang ditawarkan Mercedes-Benz jauh lebih banyak dibandingkan BMW.

"Ada beberapa model yang kami tak punya (dari Mercedes-Benz). Misal GLS ada di Mercy, di kami tidak. Nah, baru tahun ini kami ada X7. Kalau ada modelnya, kami bisa head to head," ujarnya.

Sementara dari sisi penjualan, BMW Indonesia bisa saja menghadirkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun hal itu tidak dilakukan lantaran komitmen BMW menjaga kualitas kendaraan.

"Jadi menurut saya kalau mau naik sebenarnya mudah, kita butuh kendaraan yang lebih murah. Tapi, komitmen BMW menjaga kualitas kan," ujar Bayu.

Sekadar informasi, dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada 2018, penjualan ritel BMW berada di angka 2.360 unit. Jumlah tersebut di bawah Mercedes-Benz yang mencapai penjualan 3.859 unit.


Editor : Dani Dahwilani