Cegah Corona, Ini Standar Kesehatan Honda saat Layani Servis di Rumah

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 10 Mei 2020 - 12:42 WIB
Cegah Corona, Ini Standar Kesehatan Honda saat Layani Servis di Rumah

Selama pengerjaan, teknisi diwajibkan mengenakan masker dan menyemprotkan cairan disinfektan pada bagian kendaraan. (Foto: Dok/Honda)

JAKARTA, iNews.id – Di tengah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait pencegahan wabah virus corona (Covid-19), produsen mobil meningkatkan pelayanan berbasis digital dan perawatan kendaraan di rumah (home service). Salah satunya dilakukan PT Honda Prospect Motor (HPM).

Bagaimana standar kesehatan dalam layanan servis di rumah yang dijalankan teknisi Honda? Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, program Home Service Honda didukung sebanyak 118 dealer di berbagai kota Indonesia untuk melayani konsumen yang membutuhkan perawatan atau perbaikan mobil tanpa meninggalkan rumah.

"Pekerjaan servis yang dilakukan di rumah konsumen meliputi perawatan berkala sampai dengan 100.000 km, serta perbaikan ringan, seperti perbaikan karet wiper dan aki. Untuk perbaikan dan proses perawatan berkala yang membutuhkan peralatan khusus, yaitu 40.000 km, 60.000 km dan 80.000 km, Honda menyediakan layanan Pick Up Service untuk menjemput mobil pelanggan ke bengkel resmi terdekat," ujarnya, dalam video conference bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot).

Dia menuturkan, sehubungan dengan Covid-19, Honda telah menerapkan berbagai prosedur kesehatan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan konsumen. Pertama, sebelum bertugas ke rumah pelanggan, teknisi Honda akan diperiksa kesehatannya terlebih dahulu dan akan disertakan form hasil pemeriksaan kesehatan tersebut.

Selelanjutnya, selama pengerjaan teknisi diwajibkan mengenakan masker dan menyemprotkan cairan disinfektan pada bagian interior mobil, meliputi setir, transmisi, kursi, gagang pintu bagian luar serta dalam, area sekitar Switch Door Mirror, Lining Door dan lainnya.

"Dealer yang buka sifatnya standby melayani konsumen. Kita harus memastikan konsumen kendaraannya sehat dengan program Home Service. Kalau penanganannya berat, bisa dilakukan dengan pick-up service," kata Yusak.

Editor : Dani Dahwilani