Dampak Mobil Listrik di Norwegia, Tagihan Diperkirakan Naik Rp18 Triliun

Dani M Dahwilani ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 07:15 WIB
Dampak Mobil Listrik di Norwegia, Tagihan Diperkirakan Naik Rp18 Triliun

Pakai mobil listrik, tagihan listrik di Norwegia diperkirakan naik 11 miliar crown (1,27 miliar dolar AS) atau Rp18 triliun dalam 20 tahun ke depan. (Foto: Yale E360)

OSLO, iNews.id - Sebuah studi melaporkan tagihan listrik konsumen di Norwegia bisa naik 11 miliar crown (1,27 miliar dolar AS) atau Rp18 triliun dalam 20 tahun ke depan. Ini sebagai dampak dari kebijakan pemerintah yang mendorong mobil listrik (electric vehicle/EV) di negara tersebut.

Dilansir dari Reuters, Selasa (11/6/2019), penjualan kendaraan listrik di Norwegia mencapai rekor tertinggi pada Maret 2019, dengan hampir 60 persen mobil baru adalah all-electric. Di mana pemerintah setempat memberikan keringanan pajak, tarif tol, parkir dan pengisian daya untuk mobil listrik.

Langkah ini merupakan tujuan Norwegia mengakhiri penjualan mobil berbahan bakar fosil pada 2025. Di mana jumlah kendaraan listrik di Norwegia saat ini mencapai 220.000 unit dari total 2,7 juta unit kendaraan.

Dalam penelitian yang dilakukan lembaga survei Norwegia, Poyry, investasi jaringan listrik senilai 11 miliar crown diperlukan pada 2040, jika sebagian besar mobil penumpang ditenagai listrik dan pengemudi mempertahankan kebiasaan pengisian daya seperti saat ini.

"Jika tidak ada yang dilakukan pengisian daya setiap sore hari tampaknya paling mungkin. Dalam hal ini dibutuhkan biaya 11 miliar crown oleh semua pelanggan," ujar Direktur Poyry, Kjetil Ingeberg.

Dia mengatakan semua konsumen listrik akan mengalami kenaikan tagihan listrik karena pengisian EV yang tidak mungkin terpisah.

Data Poyry menunjukkan, 60 persen dari investasi adalah untuk jaringan bertegangan rendah, 10 persen untuk gardu, 28 persen untuk jaringan bertegangan tinggi dan 2 persen untuk transformator bertegangan tinggi.

Namun, pengemudi Norwegia dapat menekan biaya dengan mengubah kebiasaan pengisian daya kendaraan mereka. Mengisi daya baterai mobil di malam hari akan menurunkan biaya jaringan baru hampir nol. Sementara pengisian daya pada sore hari dan hanya ketika baterai benar-benar kosong memerlukan biaya di atas 4 miliar crown.

Poyry memperkirakan ada sekitar 1,9 juta mobil listrik pada 2040 dengan daya gabungan tahunan sekitar dari 5 tera watt jam (TWh).

Sementara itu, Erik Figenbaum, peneliti utama di Institut Ekonomi Transportasi Norwegia (TOI) melihat kebutuhan daya meningkat menjadi sekitar 8,8 TWh pada 2040 - hanya sekian persen dari total konsumsi daya rumah tangga di Norwegia saat ini (0,8 TWh).


Editor : Dani Dahwilani