Demi Aliansi Nissan, Pemerintah Prancis Siap Kurangi Saham di Renault

Dani M Dahwilani ยท Senin, 10 Juni 2019 - 19:15 WIB
Demi Aliansi Nissan, Pemerintah Prancis Siap Kurangi Saham di Renault

Prancis bersedia mengurangi kepemilikannya di Renault dalam upaya mengkonsolidasikan kemitraan dengan Nissan. (Foto: Carscoops)

PARIS, iNews.id - Pemerintah Prancis menyatakan pihaknya bersedia mengurangi kepemilikannya di Renault dalam upaya mengkonsolidasikan kemitraan dengan Nissan. Langkah ini diputuskan tak lama setelah merger yang diusulkan antara Fiat Chrysler Automobiles dan Renault gagal.

Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire mengatakan, pemerintah bersedia mengurangi 15 persen sahamnya di Renault. “Kita dapat mengurangi kepemilikan negara di Renault. Ini bukan masalah, kami memiliki sektor otomotif yang lebih solid dan aliansi lebih solid antara dua produsen mobil besar, Nissan dan Renault,” ujar Le Maire, seperti dilansir dari Carscoops, Senin (10/6/2019).

Selama akhir pekan, Le Maire mengklarifikasi komentarnya kepada Bloomberg, menunjukkan Prancis tidak terburu-buru untuk melanjutkan langkah dalam waktu dekat. Itu dilakukan hanya dalam keadaan tertentu.

“Dalam agenda, ada memperkuat aliansi dan melindungi pekerjaan, industri dan situs penelitian. Langkah kedua adalah konsolidasi - hanya jika semua pihak mendukung,” katanya.

FCA dan Renault memiliki kesempatan menciptakan produsen mobil terbesar ketiga di dunia jika mereka bergabung. Namun, FCA tiba-tiba menarik tawarannya setelah Prancis meminta lebih banyak waktu menyegel perjanjian itu ketika mencoba mengamankan dukungan Nissan.

Nissan telah lama prihatin dengan saham Prancis di Renault. Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, Jepang ingin melihat Prancis melepaskan semua asetnya di Renault, menegaskan minat negara terhadap Renault telah menimbulkan ketegangan dalam aliansi.


Editor : Dani Dahwilani