Dibanderol Rp1,3 Miliar, Ini Keistimewaan Mitsubishi Outlander PHEV

Dani M Dahwilani ยท Rabu, 10 Juli 2019 - 16:01 WIB
Dibanderol Rp1,3 Miliar, Ini Keistimewaan Mitsubishi Outlander PHEV

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura saat peluncuran Outlander PHEV di Jakarta. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Mitsubishi baru saja memperkenalkan mobil listrik plug-in hybrid, Outlander PHEV di pasar Indonesia. Mobil premium ini dibanderol Rp1,2 miliar sampai Rp1,3 miliar. Apa keistimewaan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini?

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura mengemukakan, demi mendukung dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik, Mitsubishi menghadirkan Outlander PHEV, produk ramah lingkungan dengan teknologi tinggi. Mobil ini mampu mengubah mobilitas masyarakat yang penuh polusi menjadi aktivitas lebih bersahabat untuk lingkungan.

"Bersamaan dengan peluncuran New Outlander PHEV kami mempertegas komitmen akan keberlangsungan lingkungan di Indonesia. MMKSI memperkenalkan project terbaru Start Now, sebagai project mobilitas yang ramah lingkungan di segala aspek," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/7/2019) malam.

Teknologi plug-in hybrid pada Outlander PHEV merupakan perpaduan mesin gasoline 2,4 L, motor dan baterai - menjadikan kendaraan ini ramah lingkungan dan tetap memberikan kenyamanan maksimal untuk penggunanya. Sumber utama penggerak kendaran yang digunakan juga memberikan performa halus dan responsif.

"Melihat kondisi jalanan di Indonesia dan infrastruktur yang masih terbatas, Outlander PHEV merupakan kendaraan listrik yang cocok di Indonesia. Di mana daya listrik mobil ini dapat menempuh perjalanan hingga 600 km," kata Nakamura.

Teknologi yang digunakan pada kendaraan ini tidak hanya menggunakan elektrik sebagai tenaga utama. Andalan pada teknologi ini yaitu sistem penggerak motor yang terintegrasi dengan baterai dan mesin yang menjadikan kendaraan ini dapat melaju pada kecepatan maksimal.

Mode Berkendara

Outlander PHEV memiliki tiga mode berkendara, yakni EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode. Pada mode EV Drive, motor menggerakkan kendaraan dengan tenaga listrik dari baterai, sehingga tidak ada konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 yang membuat kendaraan menjadi senyap, bersih dan bertenaga.

Series Hybrid Mode merupakan perpaduan mode elektrik dan mesin. Mesin bensin 2,4 L akan menghasilkan listrik jika baterai lemah dan menambah tenaga saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau menanjak.

Pada Parallel Hybrid Mode, mesin bensin akan melaju dengan bantuan motor saat kendaraan membutuhkan ekstra tenaga (saat kecepatan tinggi atau saat efisiensi mesin tinggi).

"Dilengkapi dengan teknologi listrik yang terintegrasi, produk ini memberikan manfaat yang sangat luas bagi kehidupan masyarakat. Dengan instalasi khusus, kendaraan ini dapat diisi ulang dengan tenaga listrik yang tersedia di rumah para pengguna. Tidak hanya menggunakan tenaga listrik sebagai tenaga utamanya, namun kendaraan ini juga dapat menjadi sebuah generator yang menjadi sumber tenaga listrik untuk perangkat lainnya," kata Nakamura.

Didukung struktur kerangka mobil yang tangguh dan dilengkapi dengan sistem Super All Wheel Control (S-AWC), sistem kendali teintegrasi dari Mitsubishi Motors, menjadikan produk ini aman melintas di berbagai medan.

"Mesin listrik pada mobil ini bisa menjadi generator yang dibutuhkan saat berada di luar rumah. Bahkan, saat bencana dan terjadi krisis listrik mobil ini bisa menjadi sumber tenaga listrik, baik untuk kebutuhan penerangan atau lainnya" ujar Nakamura.

Kenyamanan dan Keamanan

Outlander PHEV dilengkapi fitur-fitur kenyamanan dan keamanan yang mendukung serta memudahkan berbagai aktivitas pengguna. Salah satu fitur andalan yang hadir melengkapi kendaran ini, di antaranya tombol EV Switch, tombol Charge and Save.

Outlander PHEV mengimplementasikan bodi kendaraan Reinforced Impact Safety Evolution (RISE) dan Advanced driver-assistant system (ADAS) dari Mitsubishi Motors terdiri atas tujuh SRS airbag, Active Stability Control (ASC), Forward Collision Mitigation system (FCM) dan Blind Spot Warning (BSW). Dengan teknologi dan fitur tersebut, pengguna dapat dengan mudah mengontrol kendaraan.

Penjualan global Outlander PHEV mencapai lebih dari 200.000 unit. Kendaraan ini dinobatkan sebagai World Best-Selling Plug-in Hybrid Vehicle serta Europe’s Best-Selling Plug-in Hybrid vehicle secara berturut-turut (2015-2018). Outlander PHEV menjadi produk pertama yang diuji dan mendapatkan hasil sangat baik dari ASEAN NCAP (New Car Assessment Program).


Editor : Dani Dahwilani