Ekspor Mobil Tembus 1 Juta Unit, Jokowi Apresiasi Toyota

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 05 September 2018 - 14:56 WIB
Ekspor Mobil Tembus 1 Juta Unit, Jokowi Apresiasi Toyota

Ekspor kendaraan tembus 1 juta unit, Presiden Jokowi apresiasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id -  PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) merayakan 30 tahun ekspor kendaraan yang sukses menembus angka lebih dari 1 juta unit. Realisasi ini dihitung sejak pengiriman perdana pada 1987.

Torehan tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia berharap raihan Toyota meningkat dan dapat merealisasikan target ekspor 217.000 unit pada 2018.

"Saya sangat mengapresiasi ekspor Toyota yang diproduksi di Indonesia dan dikirm ke pasar Asia, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Eropa dan Australia. Target ekspor 217 ribu unit tahun ini diharapkan terealisasi," ujar Jokowi saat pelepasan ekspor mobil Toyota di Teminal Car, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018).

Dalam sambutannya, orang nomor 1 di Indonesia itu, 'curhat' ketika bertemu petinggi Toyota Motor, Akio Toyoda di Jepang pada 2015. Jokowi menuturkan, Toyoda berjanji akan meningkatkan investasi di Indonesia. Tapi, dia tidak mengungkapkan jumlah investasi tersebut.

"Tiga tahun lalu, saya bertemu Mr Toyoda, beliau menyampaikan akan menambah investasinya di Indonesia. Saya tanya berapa? Dia menjawab, ditunggu saja," ujar Jokowi.

"Saya juga dapat laporan dari Pak Warih (Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia), dalam 2,5 tahun ini investasinya sudah mencapai Rp22,75 triliun. Ini jumlah yang besar, sehingga tahun ini bisa merealisasikan 217.000 kendaraan yang bisa diekspor," sambungnya.

Jokowi menambahkan ekspor dan investasi merupakan faktor penting dalam memperbaiki perekonomian Indonesia. Kebetulan dua hal itu sudah dilakukan Toyota. Dia kembali berkeinginan bertemu dengan Toyoda agar mau meningkatkan investasinya di Tanah Air.

"Saya ingin tambah lagi, kita tidak mau kalah dengan Thailand. Enggak mau," kata Jokowi.

Tak lupa, Jokowi meminta seluruh kepala daerah untuk mempermudah investasi. Kepala daerah diminta segera menyelesaikan semua perizinan yang dapat menghambat investasi.

"Pemerintah memiliki Online Single Submission (OSS), sehingga perizinan sudah cepat. Di provinsi, kabupaten dan kota akan kita dorong agar perizinan ini begitu dengan kecepatan yang baik," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani