Hubungan Indonesia dan China Memanas di Natuna, Bagaimana Industri Otomotif?

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 12:15 WIB
Hubungan Indonesia dan China Memanas di Natuna, Bagaimana Industri Otomotif?

Gaikindo mengungkapkan salah satu bukti sektor otomotif Indonesia dan China baik-baik saja adalah bertahannya Wuling dan DFSK, serta kehadiran merek baru MG. (Foto: Outlook India)

JAKARTA, iNews.id - Hubungan Indonesia dan China saat ini tengah memanas terkait dengan pelanggaran Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) di perairan Natuna. Ketegangan tersebut dikhawatirkan memengaruhi sektor otomotif di Indonesia.

Menanggapi itu, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menjamin industri otomotif tidak akan terpengaruh dengan peristiwa tersebut.

"Tak akan berpengaruhlah (soal otomotif). Itu kan masalah politik dan saya bukan ahli politik. Jadi, kita bicara otomotif saja," ujarnya, saat ditemui di Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Baca juga: Sudah Terdaftar di Gaikindo, MG Siap Panaskan Pasar Otomotif Indonesia

Kukuh mengungkapkan salah satu bukti sektor otomotif Indonesia dan China baik-baik saja adalah bertahannya Wuling dan DFSK. Bahkan, dalam waktu dekat salah satu pabrikan mobil negeri Tirai Bambu, Morris Garage (MG) akan meramaikan pasar otomotif Indonesia.

"Ya, kita lihat Wuling dan DFSK, baik-baik saja kan di sini. Apalagi tahun ini MG sudah bergabung dengan kita (Gaikindo) dan mudah-mudahan di pameran (GIIAS 2020) sudah ada," katanya.

Kabarnya, MG akan membuat mobil di Indonesia dengan memanfaatkan fasilitas salah satu pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat. "Mereka punya rencana investasi di sini. Kita sampaikan ke mereka, kita tidak ingin impor. Kita juga sudah mandiri dan kapasitasnya sudah ada," ujar Kukuh.

Editor : Dani Dahwilani