Isi BBM Motor Tak Sesuai Kadar Oktan, Ini yang Akan Terjadi

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 09 November 2018 - 17:05 WIB
Isi BBM Motor Tak Sesuai Kadar Oktan, Ini yang Akan Terjadi

Ketepatan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) sesuai kadar oktan sangat penting bagi kendaraan bermotor. (Foto: Dok/Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Ketepatan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) sangat penting bagi kendaraan bermotor. Tak terkecuali pada kendaraan roda dua, yang saat ini sudah mengusung teknologi modern.

Ahli mesin dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Iman K Reksowardojo mengatakan, pengguna motor harus memperhatikan BBM yang digunakan. Menurutnya, BBM harus sesuai dengan spesifikasi mesin, seperti yang dianjurkan pabrikan kendaraan.

Untuk kendaraan bermotor keluaran terbaru, karena sudah dirancang menggunakan BBM beroktan tinggi, maka tak ada alasan lain bagi pemilik, kecuali mematuhi rekomendasi tersebut.

"Mereka harus mengisi tangkinya dengan BBM berkualitas oktan minimal 92 (Research Octane Number/RON). BBM harus sesuai dengan mesinnya. Kalau mesinnya dirancang untuk BBM beroktan tinggi maka harus mempergunakan BBM oktan tinggi,” ujar Iman, dalam keterangan pers yang diterima iNews.id, Jumat (9/11/2018).

Menurutnya, jika pemilik mengabaikan akan terjadi kondisi yang disebut off-design operation atau operasi mesin di luar perancangan. Off-design operation, akan menghasilkan output di luar perancangan. Misalnya, daya menurun atau usia mesin menjadi pendek.

Sebaliknya, lanjut dia, jika menggunakan BBM beroktan tinggi, maka performa kendaraan akan sesuai rancangan mesin. Hal ini terjadi, selain karena mempunyai bilangan oktan yang tinggi, BBM dengan RON tinggi juga dilengkapi berbagai zat aditif termasuk deterjen untuk membersihkan mesin. “Makanya kalau memakai BBM oktan tinggi, tarikan mesin menjadi lebih enteng, akselerasi lincah, serta mesin menjadi lebih awet dan lebih bersih,” kata Iman.

Tak kalah penting, BBM beroktan tinggi juga bermanfaat untuk menghindari knocking atau ketukan di dalam mesin. Sebab, semakin tinggi oktan number, maka BBM semakin tahan terhadap tekanan/temperatur tinggi untuk tidak menyala sendiri. Pembakaran yang terjadi hanya karena percikan api dari busi. Bukan karena tekanan.

Iman menjelaskan, yang dimaksud oktan number adalah parameter ketahanan BBM dari tekanan/temperatur untuk menyala sendiri (detonasi). Jika kondisi menyala sendiri terjadi serentak, maka itulah yang disebut knocking. “Knocking harus dihindari karena bisa merusak mesin, membuat piston bolong dan menurunkan efisiensi,” ujar Iman.


Editor : Dani Dahwilani